BI Sumsel Dorong Gagasan Kebijakan Ekonomi lewat Sriwijaya Economic Forum 2026

  • 31 Jul 2026 23:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan menyelenggarakan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum 2026 pada 29 Juli 2026 di Palembang.
  • Kegiatan ini memasuki tahap Presentasi Finalis dengan melibatkan tiga institusi utama: BI Sumsel, Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan, dan Ikatan Pustakawan Indonesia.
  • Forum ekonomi ini merupakan wadah sinergi yang mendorong diskusi dan presentasi karya akademik terkait isu ekonomi Sumatera Selatan.

RRI.CO.ID, Palembang - Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Selatan menggelar kegiatan Bedah Buku dan Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum 2026 yang memasuki tahap Presentasi Finalis di Palembang, Rabu, 29 Juli 2026.

Kegiatan tersebut merupakan sinergi Bank Indonesia Sumsel bersama Dinas Perpustakaan Daerah Provinsi Sumatera Selatan an Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) Sumatera Selatan.

Sejumlah organisasi profesi yang hadir antara lain Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) Cabang Palembang dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Selatan. Kegiatan juga menghadirkan Chaerul Umam, dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia sekaligus President ASEAN Public Libraries Information Network (APLiN), serta penulis buku From Zero to Survive: Seni Menang dalam Hidup dengan Realistis, Theo Derrick.

Membuka kegiatan, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan, Bambang Pramono, mengatakan penguatan literasi menjadi fondasi penting dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus mendukung perumusan kebijakan berbasis pengetahuan.

Menurutnya, literasi tidak hanya sebatas kemampuan membaca, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, menganalisis berbagai persoalan, serta menghasilkan solusi yang dapat diterapkan untuk menjawab kebutuhan pembangunan daerah.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga memaparkan kondisi perekonomian terkini. Di tengah perlambatan ekonomi global akibat meningkatnya ketidakpastian geopolitik, perekonomian Indonesia dan Sumatera Selatan dinilai masih menunjukkan ketahanan.

Pertumbuhan ekonomi Sumatera Selatan pada triwulan I 2026 tercatat sebesar 5,34 persen secara tahunan atau year on year (yoy), dengan inflasi yang tetap berada dalam rentang sasaran. Ke depan, penguatan hilirisasi komoditas unggulan seperti batu bara, kelapa sawit, dan kelapa dinilai menjadi salah satu strategi untuk meningkatkan nilai tambah serta memperkuat daya saing ekonomi daerah.

Selain membahas literasi dan ekonomi, kegiatan pembukaan juga diisi dengan sosialisasi Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah, edukasi digitalisasi sistem pembayaran, serta pelindungan konsumen.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi bedah buku. Chaerul Umam membawakan materi mengenai transformasi perpustakaan sebagai pusat pembelajaran dan inovasi di era digital.

Ia menekankan empat strategi dalam membangun budaya literasi generasi digital, yakni relevansi, teknologi, sosial, dan solusi. Strategi tersebut diharapkan dapat menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang adaptif terhadap perkembangan zaman sekaligus meningkatkan minat baca masyarakat.

Sementara itu, Theo Derrick membedah buku From Zero to Survive: Seni Menang dalam Hidup dengan Realistis. Melalui kisah perjuangannya membangun usaha dari nol, Theo menekankan pentingnya ketangguhan, kemampuan beradaptasi, serta keberanian menghadapi berbagai keterbatasan.

Secara bersamaan, Bank Indonesia juga menggelar Presentasi Finalis Call for Applicative Essay 3rd Sriwijaya Economic Forum 2026 yang terbagi dalam kategori umum dan sivitas akademika. Kompetisi tersebut menjadi wadah bagi masyarakat dan akademisi untuk menyampaikan gagasan, hasil kajian, serta rekomendasi kebijakan yang aplikatif dalam menjawab tantangan pembangunan ekonomi Sumatera Selatan.

Melalui dua kategori tersebut, Bank Indonesia berupaya menjaring perspektif yang lebih luas untuk menghasilkan rekomendasi yang inovatif, implementatif, dan sesuai dengan kebutuhan pembangunan daerah.

Bank Indonesia Provinsi Sumatera Selatan berharap rangkaian SEF 2026 dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dunia usaha, dan masyarakat dalam membangun budaya literasi serta melahirkan inovasi kebijakan.

Kegiatan tersebut juga diharapkan mendorong lahirnya sumber daya manusia yang kritis, adaptif, dan berorientasi pada solusi guna mendukung perekonomian Sumatera Selatan yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....