Investasi Prabumulih Melonjak 255 Persen pada Triwulan Pertama 2026

  • 11 Jun 2026 10:42 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Prabumulih - Berdasarkan data Portal Satu Data Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) realisasi investasi di Kota Prabumulih pada Triwulan I Tahun 2026 mencapai Rp117,669 miliar. Realisasi itu meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sebesar Rp33,112 miliar.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Prabumulih, Arif Suhardiman menyebutkan terjadi peningkatan investasi sebesar Rp84,557 miliar atau sekitar 255 persen dibandingkan Triwulan I Tahun 2025. Lonjakan tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Kota Prabumulih.

"Jika dibandingkan dengan Triwulan I tahun 2025 yang sebesar Rp33,112 miliar, realisasi investasi tahun ini mencapai Rp117,669 miliar. Ini merupakan peningkatan yang sangat signifikan dan menjadi indikator bahwa iklim investasi di Prabumulih semakin baik," ujar Arif, Rabu 10 Juni 2026.

Dari total realisasi investasi tersebut, sektor minyak dan gas bumi (migas) menjadi penyumbang terbesar dengan nilai investasi sekitar Rp33,5 miliar. Posisi kedua ditempati sektor listrik, gas dan air sebesar Rp33,01 miliar, sedangkan sektor jasa lainnya berada di urutan ketiga dengan nilai investasi mencapai Rp21,06 miliar.

Menurut Arif, dominasi sektor migas tidak terlepas dari posisi strategis Prabumulih sebagai salah satu daerah penunjang industri energi di Sumatera Selatan. Sementara pertumbuhan investasi pada sektor utilitas dan jasa menunjukkan semakin berkembangnya aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

Realisasi investasi Triwulan I 2026 tersebut telah mencapai sekitar 65,37 persen dari target Rencana Kerja (Renja) Kota Prabumulih Tahun 2026 sebesar Rp180 miliar. Sementara target investasi yang ditetapkan oleh Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan untuk Kota Prabumulih pada tahun 2026 mencapai Rp500 miliar.

Arif menjelaskan, salah satu faktor yang mendorong peningkatan realisasi investasi adalah berbagai inovasi pelayanan yang dilakukan DPMPTSP Kota Prabumulih, khususnya dalam memberikan kemudahan kepada pelaku usaha. Salah satunya melalui layanan konsultasi dan pendampingan pelaporan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) secara online yang dapat diakses melalui WhatsApp maupun Zoom Meeting.

"Kami memberikan layanan konsultasi dan pendampingan pelaporan LKPM secara online melalui WhatsApp dan Zoom Meeting. Dengan layanan ini, pelaku usaha tidak perlu datang langsung ke kantor untuk mendapatkan pendampingan maupun menyelesaikan kendala dalam pelaporan," jelasnya.

Menurut Arif, inovasi tersebut terbukti meningkatkan kepatuhan perusahaan dalam menyampaikan LKPM, yang menjadi salah satu instrumen penting dalam pencatatan realisasi investasi daerah. Selain itu, DPMPTSP Kota Prabumulih juga aktif melakukan promosi investasi melalui berbagai platform digital dan media sosial resmi milik instansi.

Akun media sosial DPMPTSP secara rutin mempublikasikan berbagai kegiatan, program kerja, inovasi pelayanan, informasi peluang investasi, hingga perkembangan kebijakan yang berkaitan dengan dunia usaha dan penanaman modal. "Karena itu kami terus aktif mempublikasikan kegiatan dan program DPMPTSP agar informasi dapat tersampaikan secara luas dan cepat," kata Arif.

Ia menilai keterbukaan informasi melalui media sosial turut meningkatkan kepercayaan pelaku usaha sekaligus mempermudah investor memperoleh informasi terkait peluang investasi dan pelayanan perizinan di Kota Prabumulih.

Data realisasi investasi tersebut berasal dari pelaku usaha Non-UMK dengan nilai investasi di atas Rp1 miliar yang wajib menyampaikan LKPM secara berkala kepada pemerintah melalui sistem yang telah disediakan BKPM. Ke depan, DPMPTSP Prabumulih akan terus meningkatkan kualitas pelayanan, memperkuat pendampingan kepada investor, serta mengoptimalkan promosi investasi melalui berbagai kanal digital guna menarik lebih banyak investasi masuk ke Kota Prabumulih.

Dengan capaian yang telah melampaui 65 persen target daerah hanya dalam tiga bulan pertama tahun 2026, Pemerintah Kota Prabumulih optimistis target investasi tahun ini dapat tercapai bahkan berpotensi melampaui target yang telah ditetapkan. "Harapan kami investasi terus tumbuh, sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, membuka lapangan pekerjaan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Kota Prabumulih," pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....