Meningkatkan Pemahaman Keuangan Generasi Muda Melalui "Komunita"

  • 21 Mei 2026 06:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Literasi keuangan sangat penting karena masih banyak generasi muda yang belum memahami cara mengelola keuangan dengan baik.
  • Komunitas Uang Kita ( Komunita ) hadir untuk membantu generasi muda memahami pentingnya mengatur skala prioritas
  • Generasi muda untuk menghindari pinjaman online ilegal dan investasi bodong

RRI.CO.ID, Palembang - Literasi keuangan sangat penting karena masih banyak generasi muda yang belum memahami cara mengelola keuangan dengan baik. Hal ini dijelaskan M. Rafli Alfariasnyah Ketua Komunita Regional Palembang ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Kamis 7 Mei 2026.

Rafli menerangkan gaya hidup konsumtif dan perilaku hedonisme menjadi tantangan utama dihadapi generasi muda saat ini. Sehingga banyak anak muda mengikuti trend demi mendapatkan pengakuan sosial dan pengeluaran menjadi tidak terkendali.

Termasuk pengaruh media sosial juga mempengaruhi perilaku finansial generasi muda. Hal inilah membutuhkan kesadaran khususnya mahasiswa yang merupakan kelompok paling membutuhkan pemahaman keuangan.

Rafli menambahkan Komunitas Uang Kita (Komunita) hadir untuk membantu generasi muda memahami pentingnya mengatur skala prioritas. Melalui kegiatan edukasi, anggota diajak belajar membedakan kebutuhan dan keinginan.

"Komunita yang berdiri selama dua tahun di Palembang ini membawa perubahan positif bagi generasi muda dan sudah memiliki ratusan anggota dari kalangan mahasiswa dan masyarakat umum," ungkap Rafli.

Walupun baru berusia muda tetapi Komunita ini sudah berperan aktif bagi edukasi kepada mahasiswa. Salah satunya dengan keberhasilan kolaborasi dengan berbagai Institusi di bawah Kementerian Keuangan.

Komunita ini berada di bawah binaan Komunita Pusat yang memiliki jaringan di berbagai daerah di Indonesia. Kehadiran Komunitas ini didukung oleh Kementerian Keuangan sebagai sarana edukasi literasi keuangan bagi generasi muda.

Selain edukasi literasi keuangan berupa kunjungan ke Direktorat Jenderal Kekayaan Negara, Direktorat Bea dan Cukai juga mendorong generasi muda untuk membangun usaha mandiri. Hal ini dinilai usaha seperti UMKM bisa menjadi langkah awal anak muda untuk mencapai mandiri finansial.

Rafli juga mengingatkan generasi muda untuk menghindari pinjaman online ilegal dan investasi bodong. Pemahaman finansial yang baik akan membantu generasi muda lebih bijak dalam mengambil keputusan ekonomi.

"Generasi muda Indonesia diharapkan mampu menjadi generasi yang cerdas finansial, mandiri dan bertanggung jawab juga memulai untuk menabung atau berinvestasi sehingga akan membangun kebiasaan positif demi masa depan ekonomi lebih baik," pesan Rafli menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....