Pindah Lapisan, Sumur Tua Pertamina EP Limau Cetak Rekor Gas
- 10 Agt 2026 11:20 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pertamina EP Limau Field berhasil menghidupkan kembali sumur L5A-309 yang sebelumnya tidak ekonomis melalui teknik kerja ulang (workover).
- Sumur L5A-309 sekarang menghasilkan produksi gas sebesar 6,7 MMSCFD dengan volume gas siap jual mencapai 3,1 MMSCFD per Juli 2026.
- Keberhasilan ini menunjukkan bahwa usaha membangkitkan sumur-sumur migas tua dapat memberikan hasil yang menguntungkan meskipun dianggap sebagai pertaruhan mahal.
RRI.CO.ID, Prabumulih - Usaha membangkitkan kembali sumur-sumur migas tua yang hampir 'mati' kerap dianggap sebagai pertaruhan mahal. Namun, kegigihan teknis Pertamina EP Limau Field justru membuahkan hasil manis di pertengahan tahun ini.
Melalui teknik kerja ulang (workover), sumur L5A-309 yang semula sudah tidak ekonomis berhasil dipacu hingga memuntahkan performa produksi gas sebesar 6,7 MMSCFD. Dari angka tersebut, volume gas siap jual (gas sales) menembus angka 3,1 MMSCFD per Juli 2026.
Secara statistik, capaian gas sales sebesar 3,1 MMSCFD ini mengukir rekor sejarah baru bagi Pertamina EP Limau, bagian dari Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4. Angka ini bahkan melompat jauh melampaui rekor tertinggi (peak) sebelumnya pada 2024 yang hanya berada di kisaran 1 MMSCFD.
Kunci keberhasilan ini terletak pada strategi presisi yang dieksekusi tim teknis. Pada sumur L5A-309, workover difokuskan pada program pindah lapisan (recompletion/zone change) dari formasi layer W4 menuju W3.
Proses pembedahan sumur ini memakan waktu kurang lebih dua pekan. Tanpa buang waktu, sumur tersebut langsung kembali berproduksi (onstream) pada pekan kedua Juli 2026.
Senior Manager Pertamina EP Limau Field, Abdul Rachman Para Buana, menegaskan bahwa keberhasilan ini membuktikan bahwa potensi besar masih tersembunyi di lapangan-lapangan tua.
“Kontribusi pasokan gas bisa dioptimalisasi lewat sumur-sumur eksisting dengan pendekatan yang tepat. Kali ini, pendekatan dengan program recompletion berhasil untuk sumur L5A-309,” ujar Rachman pada Senin, 10 Agustus 2026.
Keberhasilan di sumur L5A-309 ini menjadi amunisi penting bagi perusahaan untuk mengamankan ketahanan energi nasional, sekaligus mengejar target produksi gas mentah sebesar 11,32 MMSCFD di seluruh wilayah operasional Limau Field pada tahun 2026.
Melihat hasil positif ini, Pertamina EP Limau tidak berhenti di satu sumur. Strategi serupa akan direplikasi ke sejumlah sumur eksisting lainnya yang memicu penurunan produksi.
“Perusahaan juga berencana menerapkan pendekatan serupa ke beberapa sumur eksisting demi dapat meningkatkan kontribusi terhadap pasokan energi nasional,” tegas Rachman.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....