Intip Dapur Energi Bersih, Anak-Anak Diajak Menjajal PLTP Lumut Balai
- 26 Jul 2026 17:45 WIB
- Palembang
Poin Utama
- PT Pertamina Geothermal Energy mengadakan program edukasi bagi siswa sekolah dasar Muara Enim pada Jumat, 24 Juli 2026 menyambut Hari Anak Nasional.
- Siswa dan guru diajak menyusuri area operasional untuk memahami proses konversi energi panas bumi menjadi listrik secara langsung dan praktis.
- Program ini menunjukkan komitmen industri energi terbarukan dalam mendukung pendidikan sains dan kesadaran lingkungan sejak dini.
RRI.CO.ID, Muara Enim - Pembelajaran sains tidak lagi hanya sebatas teori di dalam kelas bagi sejumlah siswa sekolah dasar di Muara Enim. Menyambut momen Hari Anak Nasional 2026, mereka diajak melihat langsung bagaimana uap panas dari perut bumi dikonversi menjadi energi listrik ramah lingkungan.
Rangkaian edukasi ini diinisiasi oleh PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) Area Lumut Balai pada Jumat, 24 Juli 2026. Sejak pagi, para siswa bersama para guru diajak menyusuri area operasional perusahaan untuk memahami rantai bisnis panas bumi secara menyeluruh.
Tidak hanya urusan teknis, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya integritas. PGE menyelipkan materi pencegahan fraud (kecurangan)—satu dari sekian nilai korporasi Pertamina—sebagai upaya menanamkan budaya kejujuran sejak dini.
Perjalanan edukatif kemudian berlanjut ke Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Lumut Balai Unit 2. Di lokasi ini, anak-anak menyaksikan secara langsung bagaimana aktivitas industri energi dapat berjalan selaras dengan pelestarian alam sekitar tanpa merusak ekosistem.
General Manager PGE Area Lumut Balai, Catur Hendro Utomo, menegaskan bahwa pemahaman akan energi bersih harus dibentuk sejak masa kanak-kanak."Anak-anak adalah masa depan bangsa. Penting bagi mereka menjaga lingkungan di sekitarnya, serta memahami bagaimana energi panas bumi dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan," ujar Catur dalam siaran pers yang diterima RRI, Sabtu, 25 Juli 2026.
Ia menambahkan, pengalaman langsung di lapangan diharapkan mampu menumbuhkan rasa kepedulian anak-anak terhadap isu lingkungan.
"Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan pengalaman dan pemahaman bahwa energi panas bumi merupakan salah satu sumber energi yang ramah lingkungan, sekaligus menumbuhkan kepedulian untuk menjaga lingkungan," tambahnya.
Sebagai penutup rangkaian kegiatan, seluruh peserta bergerak menuju area Cluster 3. Di tempat ini, para siswa dan guru memegang sekop untuk menanam 50 bibit pohon. Aksi penanaman ini menjadi simbol komitmen bersama bahwa menjaga bumi memerlukan keterlibatan aktif semua pihak, termasuk generasi muda.
Langkah ini sejalan dengan fokus PGE sebagai pemain utama energi hijau di Indonesia. Saat ini, PGE mengelola 15 Wilayah Kerja Panas Bumi dengan total kapasitas terpasang mencapai 1.932 MW—menyumbang sekitar 70 persen dari total kapasitas terpasang panas bumi nasional sekaligus berpotensi menekan emisi hingga 10 juta CO2 ton per tahun.
Melalui kolaborasi antara dunia industri dan pendidikan, pemahaman mendasar mengenai transisi energi dan kelestarian alam diharapkan dapat tertanam kuat, membawa Indonesia menuju target Net Zero Emission 2060.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....