PHR Zona 4 Panen 1.400 Barel Minyak dari Tiga Sumur Infill Sumsel

  • 07 Agt 2026 22:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Pertamina Hulu Rokan Zona 4 berhasil mengaktivasi tiga sumur baru (KRG-042, DWA-071, dan BNG-081) melalui strategi infill drilling di Sumatera Selatan, menghasilkan tambahan produksi minyak 1.400 BOPD dan gas bumi 4 juta MMSCFD.
  • Ketiga sumur yang diaktivasi tersebar di dua lokasi strategis yaitu Lapangan Limau di Prabumulih dan Lapangan Adera di Kabupaten PALI, membuktikan potensi ekonomi dari ladang-ladang migas tua.
  • Kesuksesan ini menunjukkan ketangguhan teknik eksplorasi Pertamina dalam mengidentifikasi dan mengeksploitasi sisa cadangan hidrokarbon dengan tingkat risiko yang terukur di area mature field.

RRI.CO.ID, Prabumulih - Ladang-ladang migas tua (mature field) di Sumatera Selatan ternyata masih menyimpan 'urat emas' yang menjanjikan. Melalui strategi pengeboran sumur sisipan (infill drilling), Pertamina Hulu Rokan (PHR) Zona 4 sukses menambah potensi produksi minyak nasional hingga lebih dari 1.400 barel per hari (BOPD) serta gas bumi melebihi 4 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).

Tiga sumur yang berhasil diaktivasi tersebut adalah KRG-042 di Lapangan Limau (Prabumulih), serta DWA-071 dan BNG-081 di Lapangan Adera (Kabupaten PALI). Keberhasilan ini mempertegas ketangguhan teknik eksplorasi Pertamina Subholding Upstream dalam menguras sisa cadangan hidrokarbon di area dengan tingkat risiko ketidakpastian yang terukur.

Senior Manager Subsurface Development & Planning PHR Zona 4, Reza Nur Ardianto, mengungkapkan bahwa mengoptimalkan sumur tua membutuhkan pendekatan teknologi terukur dan presisi data tinggi.

"Keberhasilan pengembangan tiga sumur infill di Zona 4 merupakan buah dari inovasi pendekatan dan penerapan teknologi andal dalam upaya untuk terus mengoptimalkan potensi migas di lapangan mature," kata Reza Nur Ardianto melalui keterangan resminya, Jumat, 7 Agustus 2026.

Resep kesuksesan di masing-masing lokasi didorong oleh adaptasi teknologi terapan yang spesifik. Di Sumur KRG-042 Struktur Karangan Timur, tim enginering mengaplikasikan teknologi Electric Submersible Pump (ESP)—sebuah sistem pompa sentrifugal bertingkat bertenaga listrik yang ditanam jauh di dalam perut bumi.

Hasilnya instan. Usai dirampungkan dalam waktu 25 hari pengeboran, uji alir awal (initial flow test) pada Kamis, 16 Juli 2026 mencatatkan potensi semburan minyak mencapai 777 BOPD.

Sementara itu, untuk penembusan Sumur DWA-071 di Kabupaten PALI—yang menjadi proyek pengembangan pertama di area tersebut setelah vakum enam tahun—akurasinya dibimbing oleh peta geologi canggih hasil survei 3D Seismik IDAMAN. Dibor selama 47 hari, sumur ini menyuntikkan debit minyak 375,84 BOPD dan gas 0,196 MMSCFD saat diuji alir pada Rabu, 15 Juli 2026.

Taktik serupa berhasil direplikasi pada Sumur BNG-081 Struktur Benuang berkat pemetaan 3D Seismik Karbela. Pengeboran selama 30 hari hingga uji alir Senin, 20 Juli 2026 tersebut mengonfirmasi aliran minyak sebesar 264,4 BOPD plus pasokan gas gurih hingga 3,064 MMSCFD.

Pjs. General Manager PHR Zona 4, Muhammad Luthfi Ferdiansyah, menyampaikan bahwa tambahan dari ketiga sumur ini melengkapi pencapaian 40 sumur pengembangan yang berhasil dituntaskan hingga penutupan Juli 2026.

Pihaknya optimistis mampu menyelesaikan separuh sisa target pengeboran hingga penghujung tahun demi mengejar target operasional Zona 4, yakni produksi minyak 30.305 BOPD dan gas 485,07 MMSCFD.

"Pertamina EP Zona 4 akan terus melakukan upaya peningkatan produksi dalam rangka mendukung Asta Cita Presiden untuk ketahanan energi. Kita senantiasa pantang menyerah mencari dan mengembangkan potensi melalui sumur infill drilling," pungkas Luthfi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....