Lapak Sepatu Pasar 16 Ilir: Dari Impor Vietnam hingga Bekas Murah

  • 01 Agt 2026 22:50 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Rozali, pedagang sepatu baru dan bekas dengan harga terjangkau di Pasar 16 Ilir, Palembang, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat yang mencari alas kaki berkualitas dengan harga ekonomis.
  • Variasi sepatu yang ditawarkan mencakup sepatu sekolah, sepatu keselamatan, dan pantofel dengan rentang harga yang berbeda antara produk baru dan bekas.
  • Sepatu baru dijual dengan harga mulai dari di bawah Rp100 ribu hingga Rp250 ribu, sementara sepatu bekas dibanderol sekitar Rp50 ribu sampai Rp150 ribu untuk memberikan pilihan bagi konsumen dengan budget berbeda.

RRI.CO.ID, Palembang - Beragam pilihan sepatu dengan harga terjangkau masih menjadi daya tarik bagi masyarakat yang ingin membeli alas kaki. Kondisi ini dimanfaatkan Rozali dengan menyediakan sepatu baru maupun bekas di lapaknya, dikawasan Pasar 16 Ilir.

Sepatu yang dijual cukup beragam, mulai dari sepatu sekolah, sepatu keselamatan, hingga pantofel. Harganya juga bervariasi. Untuk sepatu baru mulai di bawah Rp100 ribu hingga Rp250 ribu, sedangkan sepatu bekas dibanderol sekitar Rp50 ribu sampai Rp150 ribu.

Rozali mengatakan dirinya tertarik membuka usaha sepatu karena memiliki hobi terhadap barang-barang tersebut. Selain sepatu bekas, ia juga menjual barang baru yang didatangkan dari Vietnam dan China serta beberapa barang hasil cuci gudang.

"Awalnya karena hobi juga. Barangnya ada yang bekas, ada juga yang baru. Kalau yang baru ada dari Vietnam sama China, kalau yang bekas kebanyakan dari sini," ujar Rozali, Sabtu, 1 Agustus 2026.

Untuk sepatu safety, harganya bisa mencapai Rp200 ribu hingga Rp250 ribu untuk barang baru, sementara versi bekas sekitar Rp150 ribu. Sedangkan sepatu pantofel tersedia dengan harga sekitar Rp100 ribu, tergantung kondisi dan jenis barang.

Rozali biasanya mulai membuka lapak sejak subuh. Waktu yang dibutuhkan untuk menata seluruh barang cukup lama, bahkan bisa mencapai sekitar empat jam. Lapak mulai dibereskan setelah waktu Ashar.

"Kalau bulan muda biasanya lebih ramai. Sehari kadang bisa laku 20 sampai 25 pasang, tapi target kita paling tidak 10 pasang," ujarnya.

Menurut Rozali, waktu paling ramai biasanya terjadi pada tanggal 1 hingga 15 setiap bulan. Pada periode tersebut, penjualan bisa mencapai sekitar 15 hingga 25 pasang, setelah itu jumlah pembeli biasanya mulai berkurang.

Keuntungan yang diperoleh dari setiap pasang sepatu juga tidak selalu sama. Dalam kondisi biasa sekitar Rp30 ribu per pasang, namun jika mendapatkan barang yang bagus dan penjualan sedang ramai, keuntungan bisa mencapai Rp50 ribu.

Dalam menjalankan usaha, Rozali juga menghadapi risiko saat membeli barang bekas. Ia terkadang menemukan sepatu yang sudah mengalami kerusakan seperti robek atau lecet karena sebelumnya kurang teliti saat memilih barang.

Meski persaingan dan risiko tetap ada, Rozali berharap usahanya bisa terus berjalan dan lapaknya semakin ramai. Ia juga berharap ke depan mendapat lebih banyak rezeki dari usaha yang sudah dijalaninya.

"Harapannya semoga banyak rezeki dan mudah-mudahan semakin ramai," tutup Rozali.

Laporan Aditya Dwi Permana Mahasiswa magang Ilmu Komunikasi UIN Raden Fatah Palembang

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....