Apkarindo Sumsel Imbau Petani Tidak Panik Hadapi Penurunan Harga Karet Dunia
- 28 Jun 2026 18:15 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Berdasarkan data yang disampaikan Asosiasi Petani Karet Indonesia Sumatera Selatan (Apkarindo Sumsel) harga karet dunia saat ini sedang mengalami penurunan. Pada perdagangan Jumat 26 Juni 2026 mengatakan harga karet turun sekitar Rp2.189 per kilogram.
Meski demikian, Sekretaris Jenderal Apkarindo Sumsel, Rudi Arpian, meminta para petani tidak terburu-buru khawatir karena penurunan tersebut dinilai masih dalam batas yang wajar. Menurutnya kondisi tersebut lebih tepat disebut sebagai koreksi pasar setelah sebelumnya harga terus menguat dalam beberapa bulan terakhir.
"Kalau melihat pergerakan sejak April hingga pertengahan Juni, harga karet sebenarnya masih berada di level yang lebih baik. Jadi penurunan hari ini bukan berarti harga sedang anjlok, melainkan penyesuaian setelah sempat mengalami kenaikan," kata Rudi saat dikonfirmasi RRI, Minggu, 28 Juni 2026.
Rudi menyebut, penyebab melemahnya harga karet terkait aksi ambil untung yang dilakukan pelaku perdagangan setelah harga karet mengalami kenaikan cukup signifikan dalam beberapa waktu terakhir. “Sebelumnya harga karet naik siginifikan, namun jumat kemarin harga karet turun dratis,” jelas Rudi.
Selain itu, sentimen ekonomi global juga turut memengaruhi pasar. Kekhawatiran terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi membuat permintaan dari industri otomotif dan produsen ban berpotensi menurun sehingga berdampak pada harga karet alam.
Di sisi lain, penurunan harga minyak dunia turut memberikan tekanan terhadap perdagangan komoditas tersebut. Kondisi itu diperparah dengan meningkatnya produksi karet di sejumlah wilayah yang menyebabkan pasokan bertambah, sementara permintaan belum menunjukkan peningkatan berarti.
Meski harga dipengaruhi kondisi pasar internasional, Rudi mengingatkan petani agar tetap fokus pada faktor yang masih bisa dikendalikan, yakni kualitas hasil panen. “Karet dengan mutu yang baik akan memiliki nilai jual lebih tinggi sehingga dapat membantu menjaga pendapatan petani meski harga pasar sedang berfluktuasi,” tegasnya.
Ia juga mendorong penguatan Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB) agar petani memiliki akses informasi harga yang lebih baik serta posisi tawar yang lebih kuat saat menjual hasil produksinya. Apkarindo Sumsel optimistis prospek komoditas karet masih cukup baik dalam jangka menengah.
“Harga komoditas memang selalu bergerak naik dan turun mengikuti kondisi pasar dunia. Petani diharapkan tidak terpancing kepanikan akibat penurunan harga dalam waktu singkat dan tetap konsisten menjaga produktivitas kebun termasuk menjaga kualitas hasil panen agar nilai jualnya tetap kompetitif," ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....