Harga Karet di Sumsel Terus Menunjukan Tren Positif
- 27 Mei 2026 06:55 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Harga karet di Sumatera Selatan (Sumsel) kembali menunjukkan tren positif menjelang Hari Raya IdulAdha. Harga karet kualitas terbaik (100%) hampir menyentuk Rp40 ribu per kilogram, memberi harapan baru bagi petani di tengah fluktuasi pasar komoditas global.
Berdasarkan data harga SGX Sicom terbaru, harga karet dengan kadar karet kering (KKK) 100 persen tercatat mencapai Rp39.179 per kilogram. Harga itu turun tipis dbandingkan Jumat, 22 Mei 2026 yang mencapai Rp. 39.179,-/Kg.
Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkarindo) Sumsel, Rudi Arpian mengatakan, kondisi tersebut menandakan permintaan pasar terhadap karet alam masih cukup baik. “Kenaikan ini membuat harga karet kualitas terbaik hampir menembus Rp40 ribu per kilogram. Meski penguatannya mulai melambat, pasar karet global masih cukup stabil,” ujar Rudi, Selasa 26 Mei 2026.
Menurutnya, koreksi harga yang sempat terjadi dalam beberapa hari terakhir belum menunjukkan tanda pelemahan signifikan. Bahkan, harga kembali bergerak naik meski secara perlahan.
Selain harga KKK 100 persen, SGX Sicom mencatat harga karet berdasarkan kualitas lainnya. Untuk KKK 70 persen berada di angka Rp. 27.369,-/Kg, KKK 60 persen 23.459,-/Kg, KKK 50 persen 19.550,-/Kg, KKK 40 persen Rp15.6420/ Kg, dan KKK 30 persen 11.730,-/Kg. Namun demikian, harga tersebut masih merupakan harga kotor sebelum dipotong biaya produksi dan operasional di tingkat petani.
Rudi mengingatkan petani agar tetap menjaga kualitas bahan olah karet (bokar) supaya bisa memperoleh harga jual maksimal di pasaran. “Kami mengimbau petani menggunakan pembeku lateks sesuai anjuran dan memastikan bokar tidak tercampur kotoran, limbah ataupun air rendaman,” katanya.
Ia menegaskan, mutu bokar menjadi faktor utama yang menentukan tinggi rendahnya harga yang diterima petani. Semakin tinggi kadar karet kering, maka nilai jual juga akan semakin baik.
Menurutnya, menjaga kualitas bokar menjadi langkah penting agar petani benar-benar bisa menikmati tingginya harga karet saat ini. “Kalau mutu bokar bagus dan kadar karetnya tinggi, tentu harga jualnya lebih tinggi. Jadi kualitas tetap harus dijaga,” tutupnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....