Harga Karet Naik, Petani Sumsel Diminta Jaga Mutu Produksi

  • 09 Jun 2026 08:05 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Banyuasin – Harga karet di Sumatera Selatan mengalami kenaikan dalam beberapa pekan terakhir. Menyikapi kondisi tersebut, petani diminta meningkatkan mutu dan kualitas hasil produksi agar dapat memperoleh harga jual yang lebih baik di tingkat pasar.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Petani Karet Indonesia (Apkindo) Sumatera Selatan, Rudy Arpian, mengatakan harga karet dengan kadar karet kering 100 persen saat ini mencapai Rp41.354 per kilogram. Sementara itu, karet dengan kadar karet kering 30 persen tercatat berada di kisaran Rp12.406 per kilogram.

Kenaikan harga tersebut menjadi kabar positif bagi petani setelah sebelumnya harga karet sempat mengalami fluktuasi. Kondisi pasar yang membaik diharapkan dapat meningkatkan pendapatan petani serta mendorong produktivitas perkebunan rakyat.

Menurut Rudy, kualitas menjadi faktor utama yang menentukan nilai jual karet. Semakin tinggi kadar karet kering yang dihasilkan, semakin tinggi pula harga yang dapat diterima petani.

"Mutu menjadi kunci utama dalam menentukan harga jual karet di tingkat petani," ujarnya, Senin, 8 Juni 2026.

Ia menjelaskan, kualitas bahan olahan karet rakyat masih beragam karena dipengaruhi oleh proses penyadapan, pengolahan, hingga penyimpanan hasil panen. Karena itu, petani perlu memperhatikan setiap tahapan produksi agar kualitas karet tetap terjaga.

Selain meningkatkan mutu, petani juga diimbau menghindari pencampuran bahan lain yang dapat menurunkan kualitas karet. Langkah tersebut dinilai penting untuk menjaga kepercayaan pembeli dan memperkuat daya saing karet asal Sumatera Selatan.

Rudy menilai tren kenaikan harga saat ini perlu dimanfaatkan sebagai momentum untuk memperbaiki kualitas produksi. Dengan mutu yang baik, petani tidak hanya memperoleh harga yang lebih tinggi, tetapi juga memiliki peluang pasar yang lebih luas.

"Harga yang baik harus diimbangi dengan kualitas yang baik agar petani mendapatkan manfaat yang maksimal," katanya.

Hingga penutupan perdagangan pekan pertama Juni 2026, harga karet global masih berada pada level yang lebih tinggi dibandingkan awal Mei lalu. Kondisi tersebut memberikan optimisme bagi pelaku usaha perkebunan karet di Sumatera Selatan.

Asosiasi Petani Karet Indonesia berharap tren positif tersebut dapat terus berlanjut. Di sisi lain, peningkatan kualitas hasil produksi tetap menjadi perhatian utama agar petani mampu memperoleh keuntungan yang lebih besar dari membaiknya harga karet di pasaran.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....