Disbun Sumsel Ajak Petani Manfaatkan Tren Kenaikan Harga TBS Sawit

  • 19 Apr 2026 16:53 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Harga Tandan Buah Segar (TBS) di Sumatera Selatan (Sumsel) sejak awal 2026 terus mengalami kenaikan. Kenaikan itu harus diimbangi para petani kelapa sawit di wilayah tersebut.

“Momentum tingginya harga sawit sebaiknya dimanfaatkan petani untuk meningkatkan pr produktivitas kebun melalui pemupukan dan perawatan tanaman secara rutin. Kami dari Dinas Perhubungan mengingatkan para petani sawit,” ungkap Pelaksana Tugas Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan Ichwansyah, Minggu 19 April 2026.

Dinas Perkebunan (Disbun) Provinsi Sumatera Selatan mengajak para petani kelapa sawit di wilayah tersebut agar meningkatkan perawatan kebun. Menurutnya, petani perlu memanfaatkan harga yang baik saat ini untuk memperkuat pemeliharaan kebun agar produktivitas tetap terjaga.

Berdasarkan data Disbun Sumsel, harga TBS periode I April 2026 tercatat sebesar Rp3.929,46 per kilogram. Angka tersebut meningkat jika dibandingkan dengan periode II Maret 2026 yang sebesar Rp3.723,80 per kilogram.

Ichwansyah menjelaskan bahwa harga pembelian TBS produksi pekebun di Sumsel terus mengalami kenaikan hingga menembus level baru pada April 2026. Penguatan harga ini dipengaruhi oleh naiknya harga minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) di pasar global, terutama pada bursa Malaysia dan Rotterdam.

Selain faktor global, menurutnya, kebijakan hilirisasi nasional melalui program biodiesel dan pengembangan bioavtur turut menopang permintaan CPO domestik. Hal ini menjaga harga tetap berada pada level tinggi.

Ia mengatakan stabilitas harga di daerah juga didukung oleh Indeks K yang berada di atas 92 persen. Angka tersebut menunjukkan efisiensi biaya operasional pabrik kelapa sawit yang semakin membaik.

Kenaikan harga komoditas ini memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan petani di sejumlah wilayah sentra perkebunan, seperti Musi Banyuasin, Banyuasin, dan Ogan Komering Ilir.

Daya beli masyarakat di kawasan perdesaan terpantau meningkat seiring dengan kenaikan pendapatan petani. Selain itu, aktivitas usaha sektor pendukung seperti jasa transportasi, bengkel kendaraan niaga, hingga perdagangan ritel juga mulai bergerak maju.

Meski demikian, ia menambahkan, pemerintah mengingatkan seluruh pemangku kepentingan untuk tetap mewaspadai potensi fluktuasi harga sawit pada masa mendatang. Terkait ini, Disbun Sumsel berkomitmen terus mengawasi seluruh pabrik kelapa sawit agar mematuhi harga ketetapan pemerintah daerah guna menjamin keadilan bagi para petani

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....