Bebaso, Bahasa Palembang Halus yang Mulai Ditinggalkan Anak Muda
- 26 Agt 2026 08:57 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Bebaso Palembang semakin jarang dikuasai generasi muda karena lebih akrab dengan bahasa sehari-hari.
- Edukasi dan pelatihan Bebaso perlu diperluas agar generasi muda mengenal serta memahami bahasa Palembang halus.
- Pelestarian Bebaso harus mengikuti perkembangan zaman tanpa menghilangkan pakem dan identitas aslinya.
RRI.CO.ID, Palembang - Bahasa Palembang Halus atau Bebaso dinilai mulai jarang dikuasai generasi muda saat ini. Kondisi ini menjadi perhatian khusus Duta Budaya Sumatera Selatan dalam program edukasi budaya kepada anak muda.
Hal ini disampaikan Direktur Regional Duta Budaya Sumsel, Ummul Umayah, dalam siaran Budaya Belajasumba Pro 4 RRI Palembang, Sabtu, 15 Agustus 2026. Maya mengaku anak muda zaman sekarang lebih akrab dengan Baso Sari-Sari (Bahasa Palembang sehari-hari) dibanding Bebaso.
"Anak-anak zaman sekarang, bahkan dari Duta Budaya Sumsel juga kurang tahu tentang bebaso," ujar Maya. Ia menyebut sebagian besar dari mereka belum mengenal perbedaan bahasa Palembang halus dan bahasa Palembang keseharian.
Maya menjelaskan ada juga anak muda sebenarnya sudah mulai mengenal bebaso melalui pelajaran di sekolah. Salah satu contohnya ditemukan pada finalis Duta Budaya asal SMP LTI IGM yang telah mendapat materi Bebaso Palembang.
"Mereka di sekolah tuh ada pelajarannya, Bebaso Palembang, tapi kan tidak setiap sekolah ada mata pelajaran ini" kata Maya. Ia menegaskan Bebaso menjadi materi prioritas yang ingin terus disosialisasikan kepada generasi muda ke depannya.
Pendiri Seni Ambara, Rhafli Banimar Trijaya, menambahkan pelestarian budaya seperti Bebaso perlu tetap mempertahankan pakem aslinya. Meski begitu, ia menilai pengembangan tetap diperbolehkan tanpa menghilangkan identitas asli budaya tersebut.
"Budaya itu harus persis seperti masa lalu agar tidak hilang dan tidak dilupakan," ungkap Rhafli. Ia menegaskan suatu budaya harus memiliki pakem yang tetap dijaga meski mengikuti perkembangan zaman.
Maya berharap sosialisasi Bebaso dapat terus dilakukan melalui pelatihan rutin bersama anggota Duta Budaya Sumsel. Ia menegaskan pengenalan bahasa daerah menjadi langkah penting agar identitas budaya Palembang tidak semakin luntur di tengah arus modernisasi dan globalisasi ini.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....