Tanpa Sponsor, Seni Ambara Danai Sendiri Kegiatan Budaya
- 23 Agt 2026 11:37 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Seni Ambara menghadapi kendala sponsor, sehingga kegiatan budaya masih mengandalkan dana pribadi dan kas anggota.
- Komunitas tetap berkomitmen melestarikan budaya Sumatera Selatan meski menghadapi keterbatasan pendanaan.
- Dukungan pemerintah daerah melalui izin dan audiensi dinilai penting untuk memperkuat keberlanjutan kegiatan budaya.
RRI.CO.ID, Palembang - Komunitas Seni Ambara mengaku kesulitan mendapatkan sponsor untuk mendanai kegiatan pelestarian seni dan budaya Sumatera Selatan. Seluruh pendanaan kegiatan komunitas ini selama ini berasal dari dana pribadi dan kas anggota.
Hal ini disampaikan Pendiri Seni Ambara, Rhafli Banimar Trijaya, dalam siaran Budaya Belajasumba Pro 4 RRI Palembang, Sabtu, 15 Agustus 2026. Rhafli mengaku pencarian sponsor menjadi tantangan tersendiri bagi komunitas maupun Duta Budaya Sumsel.
Pemilihan dan kepengurusan Duta Budaya Sumatera Selatan sendiri berada dibawah naungan Seni Ambara. Duta Budaya Sumsel juga berafiliasi dengan ajang nasional Duta Budaya Indonesia.
"Untuk perhelatan Duta Budaya Sumsel kemarin sendiri sangat susah sekali mencari sponsor," ujar Rhafli. Ia menyebut kondisi serupa juga dialami komunitas Seni Ambara sejak awal berdiri hingga saat ini.
Rhafli menjelaskan seratus persen pendanaan kegiatan komunitasnya berasal dari swadaya anggota. Namun, kondisi ini tidak menyurutkan semangat para anggota untuk terus menjalankan program pelestarian budaya.
"Kalau memang masih bisa diperjuangkan sampai titik dana penghabisan, kami cari dana," katanya. Rhafli menegaskan prinsip komunitasnya adalah terus berjuang tanpa henti selama kegiatan masih bisa dilaksanakan.
Selain soal pendanaan, Rhafli mengungkapkan tantangan lain yang dihadapi adalah menjaga loyalitas dan semangat tim dalam berkegiatan. Rasa tidak puas terhadap pencapaian yang sudah diraih dinilai penting untuk terus dipupuk.
Regional Director Duta Budaya Sumsel, Ummul Umayah, menambahkan Dinas Kebudayaan Kota maupun Provinsi Sumsel selama ini cukup terbuka menerima audiensi komunitas. Dukungan yang diharapkan bukan berupa dana, melainkan izin dan restu untuk terus berkarya.
Rhafli menegaskan komunitasnya berkomitmen menjaga citra positif di hadapan pemerintah daerah. Ia berharap sikap kooperatif tersebut dapat membuka peluang dukungan lebih besar bagi pelestarian budaya Sumsel ke depannya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....