Bahasa Palembang Masuk Kurikulum, Siswa Hadapi Tantangan Memahami Kosakata

  • 01 Agt 2026 22:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Mata pelajaran Bahasa Palembang telah diterapkan di SD Negeri 23 Palembang selama kurang lebih tiga tahun dengan hasil positif.
  • Program muatan lokal Bahasa Palembang terbukti meningkatkan semangat siswa untuk mengenal bahasa daerah dan menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal.
  • Penerapan mata pelajaran ini merupakan upaya strategis untuk melestarikan warisan budaya agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda di Kota Palembang.

RRI.CO.ID, Palembang - Penerapan muatan lokal Bahasa Palembang di sekolah dinilai mampu meningkatkan semangat siswa mengenal bahasa daerah sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya lokal. Program ini menjadi salah satu upaya melestarikan warisan budaya agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi muda di Kota Palembang.

Wakil Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) SD Negeri 23 Palembang, Muslim, mengatakan, mata pelajaran Bahasa Palembang telah diterapkan di sekolah selama kurang lebih tiga tahun. Menurutnya, kehadiran mata pelajaran tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk memahami bahasa daerah sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat Palembang.

"Saat ini, pembelajaran Bahasa Palembang diberikan kepada siswa kelas III hingga kelas VI. Sementara untuk, siswa kelas I dan II belum mengikuti mata pelajaran tersebut karena disesuaikan dengan jenjang pembelajaran yang berlaku di sekolah," ujar Muslim. Sabtu, 1 Agustus 2026.

Wakil Kepala Hubungan Masyarakat (Humas) SD Negeri 23 Palembang, Muslim saat diwawancarai. (Foto: RRI/Kgs M Irpan).

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran Bahasa Palembang masih menghadapi sejumlah tantangan. Materi yang diajarkan menggunakan ragam bahasa yang berbeda dengan bahasa Palembang yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, sehingga siswa maupun guru kerap mengalami kesulitan memahami kosakata dan istilah tertentu.

Untuk mengatasi kendala tersebut, siswa dan guru sering memanfaatkan kamus maupun referensi di internet sebagai bahan pembelajaran. Langkah itu dilakukan agar guru dan siswa dapat memahami arti kosakata yang digunakan dalam materi muatan lokal Bahasa Palembang.

Muslim menjelaskan, Bahasa Palembang yang diajarkan di sekolah menggunakan ragam bahasa yang lebih halus dan baku. Salah satu contohnya adalah penggunaan kata kulo yang berarti "saya", yang saat ini sudah jarang digunakan masyarakat dalam komunikasi sehari-hari.

Ia juga menegaskan bahwa Bahasa Palembang berbeda dengan Bahasa Jawa. Menurutnya, Bahasa Palembang merupakan bagian dari rumpun bahasa Melayu yang memiliki yang memiliki karakteristik tersendiri dengan pilihan kosakata yang lebih halus dalam ragam tertentu.

Muslim berharap pembelajaran Bahasa Palembang dapat mendorong siswa berpartisipasi dalam berbagai kegiatan, seperti lomba pidato, bercerita maupun seni berbahasa Palembang.

"Melalui muatan lokal ini, sekolah berharap lahir generasi yang tidak hanya memahami bahasa daerah tetapi juga mampu menjaga, melestarikan dan mempromosikan kekayaan budaya Palembang kepada generasi berikutnya," tutur Muslim.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....