Peran Generasi Muda sebagai Wajah Pariwisata dan Budaya Kota

  • 13 Agt 2026 15:33 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Ketertarikan pada dunia pageant sekaligus untuk lebih mengenal diri sendiri menjadi motivasi untuk mengikuti ajang bujang Palembang 2026.
  • Ajang Bujang Palembang tentu memberikan manfaat dengan memposting secara kreatif dan inovatif yang berkaitan dengan sejarah dan budaya
  • "Keberadaan Bujang Palembang ini diharapkan bukan hanya mengenalkan lokal saja tapi sampai ke tingkat Internasional dan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda lain untuk memberi manfaat bagi diri dan lingkungan kita melalui talenta

RRI.CO.ID, Palembang - Ketertarikan pada dunia pageant sekaligus untuk lebih mengenal diri sendiri menjadi motivasi untuk mengikuti ajang bujang Palembang 2026. Hal ini ditegaskan Kevin Hardino Bujang Palembang 2026 ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Sabtu 8 Agustus 2026.

Kevin menerangkan awalnya ada keraguan pada cara berbicara dan kurangnya disiplin. Tapi setelah mengikuti berbagai lomba dapat mengembangkan soft skill sendiri yang akhirnya menjadi juara melalui ajang Bujang Palembang.

Kevin menerangkan sebagai generasi muda banyak sejarah dan budaya yang perlu di pelajari bersama. Inilah menjadi tugas kedepan untuk mengetahui dan mengenal potensi budaya, wisata termasuk sejarah.

"Bahkan selama tiga hari ketika anjangsana mendatangi banyak situs sejarah dari Kota Palembang termasuk tari yang terkenal seperti tari tanggai, gending sriwijaya dan upaya melestarikan terus dilakukan," tegas Kevin.

Generasi muda bukan hanya tahu tentang sejarah tapi bisa melestarikannya, seperti songket, tanjak dan bahasa juga tradisi Palembang. Warisan budaya ini digunakan jangan merasa malu untuk mamakainya.

Kevin menambahkan media teknologi menjadi wadah promosi budaya dan pariwisata yang sangat dibutuhkan. Hal ini karena dampaknya lebih cepat dan lebih menarik untuk sampai ke masyarakat jika dikemas semenarik mungkin.

Kevin menambahkan aset wisata penting seperti pulau Kemaro yang identik perpaduan antar etnis. Mengajarkan bahwa cinta itu bisa menyatukan dua budaya yang berbeda sebagai aser wisata yang harus dipertahankan.

Membangun rasa cinta pada Kota Palembang sangat dibutuhkan di tengah gempuran media. Promosikan akan keindahan, hal positif dan menghindari hoaks atau terlalu banyak konten negatif tentanf Kota Palembang terutama masalah sampah.

Ajang Bujang Palembang tentu memberikan manfaat dengan memposting secara kreatif dan inovatif yang berkaitan dengan sejarah dan budaya. Hal ini bisa dikaitkan dengan kuliner pempek dari sejarahnya akan memberi edukasi bagi masyarakat.

"Keberadaan Bujang Palembang ini diharapkan bukan hanya mengenalkan lokal saja tapi sampai ke tingkat Internasional dan mampu menjadi motivasi bagi generasi muda lain untuk memberi manfaat bagi diri dan lingkungan kita melalui talenta," pesan Kevin menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....