Sejarah Peran Penting Sungai bagi Masyarakat Palembang
- 31 Jul 2026 17:29 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Palembang adalah kota tertua di Nusantara yang terbagi menjadi dua wilayah, yaitu ulu dan ilir, yang dialiri oleh Sungai Musi.
- Sungai Musi memiliki peran fundamental dalam pembentukan dan perkembangan Palembang sebagai pusat perdagangan dan pertemuan masyarakat.
- Keberadaan Sungai Musi menjadi landasan kehidupan kota Palembang sejak awal terbentuknya, berfungsi sebagai media utama dalam aktivitas perdagangan tradisional.
RRI.CO.ID, Palembang - Kota Palembang kota tertua di Nusantara yang dibagi menjadi wilayah ulu dan Ilir yang di aliri oleh Sungai Musi.
Kota Palembang di ibaratkan lahir dari Sungai Musi karena kota Palembang tidak terlepas dari adanya Sungai Musi, dimana Sungai Musi awalnya tempat pertemuan dari uluan untuk bertemu sebagai media perdagangan.
Hal ini di ungkapkan oleh Mang Dayat (46) pemerhati sejarah Sumatera Selatan dan Vebri Al Lintani (50) budayawan Sumatera Selatan, saat dihubungi RRI Rabu, 29 Juli 2026.
“Kota Palembang tidak terlepas dari budaya sungai, apalagi kalau kita menelusuri dari sejarah sejarah kota Palembang. Banyak sekali hal hal yang berhubungan dengan sungai,” ungkap Mang Dayat.
Selaras dengan apa yang di nyatakan oleh Mang Dayat, budayawan Sumatera Selatan Vebri Al Lintani, Palembang di juluki Venesia dari timur artinya Palembang terendam oleh sungai dan rawa.
“Pada masa lalu orang kemana mana orang melalui sungai, rumah rumah menghadap sungai besar maupun anak anak Sungai Musi. Mereka pakai perahu hingga ke anak tangga rumah mereka, bukan hanya itu sungai juga menjadi tumpuan masyarakat dalam mencari makan, mata pencaharian mereka di sungai. Hal yang sangat penting bagi masyarakat Palembang disebut Riverian culture artinya budaya sungai,” kata Vebri.
Untuk mengharmonisasi muncullah cara atau kearifan bagaimana memperlakukan sungai. Hal itu disebut lokal knowledge atau pengetahuan lokal tentang bagaimana harmonis dengan lingkungan.
Jadi dengan ini masyarakat juga harus tau bagaimana mencari ikan diwaktu yang tepat, juga melihat tanda tanda alam lainnya, melihat tanda air pasang dari derasnya angin.
Sungai selain sebagai alat penghubung ada ikan dan mahluk lain didalam sungai, hal itu juga menjadi penghasil utama bagi masyarakat Palembang tempo dulu. Orang yang hidup ditepi sungai dengan tidak bekerja apa apa mengandalkan sungai saja sebagai penghasilan bisa hidup, namun sekarang tidak bisa lagi.
Lebih lanjut Vebri menjelaskan dengan adanya pengetahuan lokal, melihat kondisi alam masyarakat dapat mengetahui langsung dari keadaan dan kondisi alam yang berlangsung pada saat itu.
Masyarakat yang tinggal di pinggiran Sungai Musi sangat memahami membaca pengetahuan lokal yang lahir di alam. Seperti halnya melihat dari petunjuk alam biasa masyarakat melihat jika air lagi surut air terlihat bening tidak keruh terus air terasa hangat biasanya banyak ikan saat itu.
“Kalaupun air pasang besar masyarakat juga dapat membaca kondisi alam, pasang besar walau air terlihat keruh. Namun arus air tidak deras dan terlihat tenang biasanya banyak ikan yang bisa di dapat dalam kondisi seperti itu,” ujar Vebri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....