Festival Pantun Palembang jadi Sarana Pelestarian Budaya
- 17 Jun 2026 23:15 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Festival Pantun Kelakar Betok Palembang dinilai menjadi ruang penting dalam upaya pelestarian budaya lokal sekaligus sarana membangun karakter generasi muda. Hal tersebut disampaikan pemerhati budaya dan penulis Palembang, Mohammad Arfani, saat mengikuti rangkaian Festival Pantun Kelakar Betok Palembang 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan di halaman Museum Sultan Mahmud Badaruddin II, Palembang, Selasa, 16 Juni 2026. Kegiatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari rangkaian perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang ke-1.343.
Menurut Arfani, festival tersebut bertujuan menghidupkan kembali tradisi berpantun yang merupakan salah satu warisan budaya luhur masyarakat Palembang. Melalui kegiatan itu, generasi muda diajak untuk mengenal, mencintai, dan mengembangkan pantun sebagai bagian dari identitas budaya daerah.
"Pantun memiliki nilai yang sangat penting karena tidak hanya menjadi karya sastra lisan, tetapi juga mengandung nilai moral, etika, kreativitas, serta kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi," ujar Arfani.
Ia menilai keberadaan Festival Pantun Palembang menjadi langkah nyata dalam menjaga eksistensi tradisi berpantun di tengah perkembangan zaman dan derasnya pengaruh budaya global. Kegiatan tersebut juga menjadi wadah bagi pelajar dan masyarakat untuk mengekspresikan kemampuan berbahasa sekaligus memahami nilai-nilai budaya Melayu Palembang.
Selain sebagai pemerhati budaya, Mohammad Arfani juga berperan sebagai guru dan pembina peserta dari SMK Muhammadiyah 3 Palembang yang turut ambil bagian dalam festival tersebut.
Arfani mengatakan keluarga besar SMK Muhammadiyah 3 Palembang merasa bangga dapat berpartisipasi dalam kegiatan yang berorientasi pada pelestarian budaya daerah. Menurutnya, pantun bukan sekadar rangkaian kata yang indah, tetapi juga cerminan karakter dan kecerdasan masyarakat.
"Kami berharap melalui festival ini para pelajar semakin mencintai budaya lokal, mampu mengembangkan kreativitas berbahasa, serta mempererat persaudaraan melalui seni bertutur yang santun dan penuh makna," katanya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa sekolah memiliki tanggung jawab dalam menanamkan kecintaan terhadap budaya daerah kepada peserta didik. Karena itu, SMK Muhammadiyah 3 Palembang terus mendukung berbagai kegiatan yang berkontribusi terhadap pelestarian budaya sekaligus pembentukan karakter generasi muda.
"SMK Muhammadiyah 3 Palembang berkomitmen mendukung kegiatan yang bertujuan melestarikan budaya daerah serta membentuk generasi yang berakhlak mulia, berprestasi, dan berwawasan kebangsaan," ucapnya.
Melalui Festival Pantun Kelakar Betok Palembang, diharapkan tradisi berpantun tidak hanya tetap terjaga, tetapi juga mampu berkembang menjadi media edukasi dan kreativitas yang relevan bagi generasi muda di era modern.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....