Mengenal Sejarah May Day 1 Mei

  • 26 Apr 2026 09:27 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- Setiap tanggal 1 Mei, biasanya jalan- jalan di kota besar termasuk Palembang akan diramaikan para buruh yang melakukan orasi menuntut kesejahteraan pekerja. Inilah yang dikenal dikenal sebagai May Day atau Hari Buruh Internasional.

Berdasarkan buku The Jungle karya Upton Sinclair, sejarah May Day berakar dari perjuangan kelas pekerja di Amerika Serikat, khususnya di Chicago, pada tahun 1880-an. Pada masa itu, buruh bekerja dalam kondisi yang sangat tidak manusiawi dengan jam kerja bisa mencapai 12 hingga 16 jam sehari, dengan upah yang minim dan tanpa jaminan keselamatan kerja.

Puncaknya terjadi pada 1 Mei 1886, ketika itu sekitar 300 ribu buruh di seluruh AS menggelar aksi mogok kerja besar-besaran menuntut penerapan jam kerja 8 jam sehari. Di Chicago, demonstrasi ini berakhir tragis dengan terjadinya Insiden Haymarket, yakni ledakan bom dan baku tembak antara polisi dan demonstran, yang menewaskan beberapa orang.

Untuk mengenang perjuangan para buruh tersebut, The Internasional Socialist Conferences pada tahun 1889 menetapkan tanggal 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Sejak saat itu, peringatan May Day menyebar ke seluruh dunia, termasuk ke Indonesia.

Di Indonesia sendiri, sejarah peringatan Hari Buruh juga mengalami perjalanan yang cukup panjang dan dinamis. Peringatan ini sebenarnya sudah dikenal sejak awal abad ke-20, namun sempat mengalami perubahan kebijakan pada masa tertentu.

Dalam perkembangannya, pemerintah Indonesia mulai menetapkan berbagai regulasi yang berkaitan dengan perlindungan tenaga kerja. Beberapa kebijakan penting mencakup aturan mengenai jam kerja, perlindungan bagi pekerja perempuan, serta hak-hak dasar lainnya.

Selain itu, perjuangan buruh juga berkontribusi dalam lahirnya berbagai kebijakan kesejahteraan seperti tunjangan hari raya yang kini menjadi hak pekerja. Perjalanan panjang tersebut menunjukkan bahwa perubahan yang terjadi saat ini merupakan hasil dari perjuangan yang tidak singkat.

Sejak tahun 2013, pemerintah Indonesia secara resmi menetapkan tanggal 1 Mei sebagai hari libur nasional. Penetapan ini menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi buruh dalam pembangunan serta pengakuan atas perjuangan mereka.

Saat ini, Hari Buruh tidak hanya diperingati sebagai simbol perjuangan, tetapi juga menjadi momentum refleksi terhadap kondisi pekerja di masa kini. Berbagai kegiatan seperti diskusi, aksi solidaritas, hingga acara sosial kerap dilakukan untuk memperingati hari tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....