Masak Tepi Sungai 2026 Hadirkan Jejak Tradisi Kopi dan Roti Palembang

  • 26 Mei 2026 07:45 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Tradisi minum kopi yang telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Palembang kembali diangkat oleh Komunitas Sahabat Cagar Budaya (SCB) Palembang, melalui kegiatan budaya kuliner “Masak Tepi Sungai 2026” yang tahun ini mengusung tema “Kopi & Roti”. Acara tersebut akan berlangsung pada 20–21 Juni 2026 di Kampung Perigi, 2 Ulu, Palembang.

Pendiri dan pengerak SCB Palembang, Robby Sunata, mengatakan, tema Kopi & Roti dipilih karena memiliki hubungan erat dengan budaya masyarakat Palembang sejak masa lampau. Menurutnya, kopi bukan hanya sekadar minuman, tetapi juga bagian dari perjalanan sejarah dan identitas kota.

“Palembang memiliki tradisi minum kopi yang panjang. Dari dulu kopi menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dan berkembang bersama budaya berbagai etnis yang datang ke Palembang,” ujarnya dalam siaran Pers yang diterima RRI, Senin, 25 Mei 2026.

Ia menjelaskan, Sumatera Selatan merupakan salah satu daerah penghasil kopi terbesar di Indonesia. Sejak masa kolonial Belanda, kopi dari daerah hulu dibawa ke Palembang untuk diperdagangkan sebelum dikirim ke berbagai daerah hingga ke Eropa.

Perkembangan industri kopi di Palembang juga pernah mencapai masa kejayaan pada awal tahun 1900-an. Saat itu banyak pedagang kopi membangun gudang, toko, hingga pabrik kopi di kawasan kota tua Palembang.

“Dulu aroma kopi sangat dekat dengan kehidupan masyarakat kota tua. Banyak tempat pengolahan dan toko kopi yang menjadi pusat aktivitas masyarakat,” katanya.

Selain kopi, tradisi menikmati kopi di Palembang juga tidak lepas dari keberadaan roti khas yang berkembang dari berbagai budaya masyarakat. Kehadiran beragam etnis di Palembang membuat tradisi ngopi memiliki kekayaan kuliner tersendiri.

Melalui tema tersebut, Masak Tepi Sungai 2026 akan menghadirkan diskusi bersama pelaku tradisi, pengusaha kopi, hingga pelaku industri roti di Palembang. Peserta diajak memahami hubungan budaya antara kopi dan makanan pendampingnya yang telah tumbuh sejak lama.

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Sahabat Cagar Budaya, komunitas sukarelawan yang bergerak di bidang edukasi warisan budaya sejak tahun 2017.

Selain menikmati diskusi budaya dan kuliner, pengunjung juga dapat merasakan suasana khas Kampung Perigi yang masih mempertahankan kehidupan tradisional masyarakat Palembang, lengkap dengan rumah-rumah tua dan aktivitas budaya yang masih bertahan hingga sekarang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....