Mindfulness Bantu Kelola Diri dan Berempati di Tengah Paparan Bad News

  • 22 Sep 2026 12:00 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Mindfulness membantu masyarakat mengenali kondisi diri di tengah paparan bad news.
  • Menjaga diri dapat berjalan beriringan dengan empati dan kepedulian terhadap sesama.
  • Kepedulian dapat diwujudkan melalui tindakan bersama sesuai kemampuan masing-masing.

RRI.CO.ID, Palembang – Paparan berbagai kabar buruk melalui media sosial dapat membuat pikiran penuh dan memengaruhi suasana hati. Co-Founder Hello Sister, Nindy Voristya Wanda, mengatakan mindfulness dapat menjadi cara untuk mengenali kondisi diri sekaligus menentukan respons terhadap informasi yang diterima.

Nindy menjelaskan, mindfulness bukan sekadar aktivitas seperti meditasi, olahraga, atau relaksasi, tetapi dimulai dari kesadaran terhadap kondisi diri. Menurutnya, seseorang perlu memahami hal-hal yang dapat dikendalikan maupun yang berada di luar kendali sebelum menentukan langkah yang dapat dilakukan.

"Mindfulness ini artinya kita sadar dulu kondisi kita seperti apa, terus bagaimana kita bisa memecah isi kepala kita secara perlahan,” ujar Nindy dalam Dialog Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1 RRI Palembang, Senin, 21 September 2026.

Menurut Nindy, kesadaran terhadap kondisi diri dapat dimulai dengan cara sederhana, salah satunya melalui journaling. Dengan menuliskan apa yang telah dilakukan, tantangan yang dihadapi, serta hal yang dapat dilakukan berikutnya, seseorang dapat lebih mudah mengenali kebutuhan dan batas dirinya.

Ia juga mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan sinyal tubuh ketika menghadapi tekanan dan aktivitas yang padat. Rasa lelah, pusing, hingga gangguan kesehatan dapat menjadi tanda bahwa tubuh membutuhkan jeda dan tidak seharusnya terus diabaikan demi menyelesaikan aktivitas.

Di tengah banyaknya informasi negatif, mindfulness juga bukan berarti menghindari seluruh berita atau bersikap tidak peduli terhadap kondisi sekitar. Nindi menilai masyarakat tetap dapat mengikuti berbagai persoalan dengan menyadari kondisi diri, sekaligus membangun kepedulian terhadap orang lain yang turut terdampak.

"Mindfulness itu bukan cuma kita sadar, tapi juga kita melakukan sesuatu yang dampaknya untuk kita dan juga bisa mengajak orang lain untuk sama-sama membangun kekuatan bersama,” katanya.

Menurut Nindy, kepedulian tersebut dapat diwujudkan melalui hal-hal yang sesuai dengan kemampuan masing-masing, termasuk berdiskusi, membangun dukungan, maupun melakukan kegiatan bersama. Dengan demikian, mengambil jeda untuk menjaga diri tidak harus membuat seseorang kehilangan empati terhadap persoalan yang dihadapi orang lain.

Nindy menegaskan, menjaga diri dan menunjukkan kepedulian terhadap sesama dapat berjalan secara bersamaan. Masyarakat perlu mengenali batas kemampuan diri, kemudian menggunakan sumber daya yang dimiliki untuk melindungi diri, keluarga, serta lingkungan di sekitarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....