Perempuan Punya Peran Besar Kurangi Sampah dari Lingkungan Keluarga

  • 09 Sep 2026 15:43 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Perempuan memiliki peran krusial dalam mengurangi persoalan sampah melalui perubahan kebiasaan di tingkat keluarga.
  • Program Wasteless Project yang digagas oleh Malika Adillia berfokus pada pengolahan dan pemanfaatan limbah makanan menjadi produk bernilai.
  • Pengelolaan sampah berkelanjutan dimulai dari perubahan pola konsumsi dan kebiasaan hidup sehari-hari di rumah tangga.

RRI.CO.ID, Palembang - Perempuan memiliki peran penting dalam mengurangi persoalan sampah yang masih menjadi tantangan lingkungan. Perubahan kebiasaan dari tingkat keluarga dinilai dapat menjadi langkah awal membangun pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.

Penggagas Wasteless Project Malika Adillia mengatakan program yang dikembangkannya saat ini berfokus pada pengolahan limbah makanan. Menurutnya, limbah makanan memiliki potensi untuk dimanfaatkan kembali menjadi produk yang lebih bernilai.

“Proyek yang saya bawa ini lebih ke arah limbah makanan. Bukan berarti limbah lainnya tidak penting,” ujar Malika.

Malika menjelaskan pengolahan limbah makanan menjadi salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah yang berakhir di tempat pembuangan. Pemanfaatan kembali limbah juga dapat menciptakan produk yang memiliki manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Pendiri Hello Sister Nindy Vorisya Wanda mengatakan persoalan sampah masih membutuhkan perhatian bersama. Hal tersebut disampaikannya dalam dialog Pengarusutamaan Gender, Senin, 24 Agustus 2026.

“Sampah ini jumlahnya sangat besar, seperti sampah plastik dan lain-lain. Ini menjadi persoalan yang harus kita perhatikan bersama,” kata Nindy.

Menurut Nindy, sejumlah jenis sampah sudah dapat diolah kembali melalui berbagai metode. Namun, masih terdapat limbah tertentu yang membutuhkan inovasi lebih lanjut karena sulit diproses.

Ia mencontohkan pembalut dan popok sekali pakai sebagai jenis limbah yang masih menjadi tantangan dalam pengelolaan sampah. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya upaya mengurangi penggunaan produk sekali pakai.

Nindy menilai perempuan memiliki posisi strategis dalam membangun kebiasaan pengelolaan sampah. Peran tersebut dapat dimulai dari rumah melalui kegiatan sederhana seperti memilah sampah dan mengurangi penggunaan barang sekali pakai.

“Peran perempuan itu penting dalam mengelola sampah ini. Dari lingkungan keluarga saja, perempuan bisa mengambil peran,” ungkap Nindy.

Menurutnya, kebiasaan ramah lingkungan sebenarnya sudah dikenal masyarakat sejak lama. Salah satunya penggunaan wadah pribadi saat berbelanja untuk mengurangi penggunaan kantong plastik.

Malika mengatakan Wasteless Project juga mendorong keterlibatan masyarakat melalui layanan pengelolaan limbah. Sampah yang dikumpulkan kemudian diproses agar dapat dimanfaatkan kembali.

“Dalam program Wasteless, kami melakukan antar-jemput sampah. Sampah tersebut kemudian akan kami olah dan manfaatkan,” jelas Malika.

Pengelolaan sampah membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari masyarakat, pemerintah, hingga komunitas lingkungan. Peran perempuan dari lingkungan keluarga dapat menjadi fondasi untuk menciptakan kebiasaan hidup yang lebih ramah lingkungan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....