Peran RRI dalam Pengembangan Puisi di Sumatera Selatan

  • 16 Sep 2026 06:24 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kurang minatnya generasi muda dengan puisi menjadi pemacu para senior untuk memberikan contoh dan membimbing mereka untuk lebih memajukan sastra khususnya puisi.
  • Kehadiran Sanggar Sastra bersama RRI agar selalu diminati oleh generasi muda salah satunya melalui acara Obrolan Komunitas Sanggar Sastra.
  • Diharapkan kedepan akan semakin banyak kegiatan yang akan dilakukan bersama antara Sanggar Sastra dan RRI Palembang untuk melestarikan keberadaan puisi sebagai wujud kecintaan kita semua lintas generasi terhadap budaya termasuk puisi,

RRI.CO.ID, Palembang - Kurang minatnya generasi muda dengan puisi menjadi pemacu para senior untuk memberikan contoh dan membimbing mereka untuk lebih memajukan sastra khususnya puisi. Hal ini dijelaskan Nuraida dari Pembela Kesatuan Tanah Air Indonesia Bersatu (PEKAT) IB Provinsi Sumsel Bidang Seni ketika menjadi narasumber acara Obrolan Komunitas Sanggar Sastra di Studio Pro 1 RRI Palembang, Senin 14 September 2026.

Nuraida menerangkan puisi sangat penting untuk terus dikembangkan bersama RRI Palembang. Agar geliat ini akan menjadi tempat bagi generasi muda untuk berkembang terutama pemahaman terhadap hasil karya puisi dari para penulis.

Puisi yang dibacakan masih tema hari ulang tahun RRI berjudul "Selamat Ulang Tahun RRI" karya J.J. Nuraida. Puisi ini menggambarkan kecintaan kepada RRI dari waktu waktu sampai sekarang dengan perkembangan teknologi RRI tetap bangkit dan berinovasi.

"Eksistensi RRI tetap ada ditengah perkembangan digital yang akan menambah ketertarikan kaum muda untuk mendengarkan siaran khususnya puisi melalui Sanggar Sastra," terang Nuraida.

Kehadiran Sanggar Sastra bersama RRI agar selalu diminati oleh generasi muda salah satunya melalui acara Obrolan Komunitas Sanggar Sastra. Setiap senin malam mengajak generasi muda dari berbagai elemen masyarakat baik mahasiswa, dosen dan siswa sekolah.

Nuraida menambahkan para narasumber sastra beragam dari segala profesi dari Ustaz sampai ke siswa sekolah. Semua menjadi satu kesatuan hadir bersama untuk membaca puisi dengan beragam tema yang dipilih.

Perkembangan acara sanggar sastra terus mengalami perubahan menyesuaikan perkembangan era digital. Walau berubah sistem tetap puisi yang dibacakan punya makna yang luar biasa bagi kehidupan baik secara tersurat atau tersirat.

Puisi berikutnya yang dibacakan berjudul "Sastra di Udara" karya Nuraida. Puisi ini menggambarkan bagaimana bait puisi dibacakan melalui radio mengungkapkan apa yang kita rasakan dalam keheningan menjadi semangat untuk lebih banyak berkarya.

Pengembangan puisi sudah banyak dilakukan melalui media RRI. Seperti lomba baca puisi tingkat siswa dan mahasiswa dan penerbitan karya puisi beberapa penulis dalam sebuah buku yaitu kumpulan puisi sekaligus memperingati 60 tahun sanggar sastra.

"Diharapkan kedepan akan semakin banyak kegiatan yang akan dilakukan bersama antara Sanggar Sastra dan RRI Palembang untuk melestarikan keberadaan puisi sebagai wujud kecintaan kita semua lintas generasi terhadap budaya termasuk puisi," pesan Nuraida menutup dialog.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....