Bonny Dhartico Pilih Cara Positif Hadapi Stres
- 27 Agt 2026 18:15 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Bonny membagikan pandangannya mengenai cara menghadapi stres dan mencari inspirasi tanpa harus memilih jalan yang berisiko.
- Ia mengatakan inspirasi bisa muncul dari berbagai aktivitas sederhana, termasuk ketika dirinya sedang berkendara.
- Bonny mengajak generasi muda memiliki hobi serta menggali bakat dan potensi sebagai cara membuat hidup lebih seimbang dan tetap produktif.
RRI.CO.ID, Palmbang - Tekanan dan stres menjadi bagian dari kehidupan yang bisa dialami siapa saja. Namun, setiap orang memiliki cara berbeda untuk menghadapinya.
Bagi Bonny Dhartico, musisi Palembang sekaligus tenaga pendidik, mencari pelarian melalui hal-hal negatif bukanlah pilihan. Ia justru memilih menjalani aktivitas yang dapat memberikan ruang untuk berpikir, berkarya, dan tetap produktif.
Dalam program Spada Pro 2 RRI Palembang edisi Narkoba, Kamis, 22 Agustus 2026, Bonny mengungkapkan dirinya tidak pernah mencoba menggunakan narkoba, termasuk dengan alasan untuk mencari inspirasi dalam menciptakan lagu.
“Saya nggak pernah mencoba pakai narkoba, apalagi yang katanya untuk cari inspirasi dalam menciptakan lagu. Padahal inspirasi itu bisa dari mana saja,” katanya.
Menurutnya, inspirasi tidak selalu harus dicari melalui cara-cara tertentu. Dalam kesehariannya, justru berbagai aktivitas sederhana bisa menjadi sumber munculnya ide.
“Paling sering malah saat lagi berkendara. Jadi nggak perlu pakai narkoba, malah jadi kayak orang linglung,” ujarnya.
Bonny juga tidak sependapat dengan anggapan bahwa narkoba dapat digunakan sebagai cara untuk menghindari stres. Menurutnya, seseorang seharusnya mencari kegiatan lain yang lebih sehat dan memberikan dampak positif ketika sedang menghadapi tekanan.
“Katanya kan pakai narkoba untuk menghindari stres, tapi saya tetap nggak sependapat. Mending cari hal positif lain ketika stres, bukan ke narkoba,” tegasnya.
Sebagai guru sekolah dasar sekaligus guru pembimbing ekstrakurikuler, Bonny juga berusaha memberikan pemahaman kepada anak-anak mengenai pentingnya membangun lingkungan pertemanan yang baik.
Ia mengatakan pendekatan terhadap anak usia sekolah dasar tidak bisa dilakukan dengan cara yang terlalu langsung. Menurutnya, anak-anak perlu diberikan pemahaman sesuai dengan usia dan kemampuan mereka dalam menerima informasi.
“Saya mengedukasi untuk mereka tidak dekat dengan orang-orang yang mencurigakan. Apalagi saya ngajar kelas lima yang sudah lumayan bisa memahami dan mengerti,” ujarnya.
Menurutnya, edukasi kepada anak SD sebaiknya tidak hanya disampaikan dalam bentuk larangan. Anak perlu diajak memahami bagaimana memilih teman dan membangun pergaulan yang sehat.
“Kalau usia SD pendekatannya beda, nggak to the point jangan pakai narkoba, tapi lebih ke pendekatan supaya memilah teman dan pergaulan yang baik,” jelasnya.
Bonny juga menilai peran orang tua tidak kalah penting dalam membentuk karakter anak. Ia mengingatkan bahwa calon orang tua perlu memiliki pola didik yang baik karena keluarga menjadi salah satu lingkungan pertama yang membentuk kepribadian anak.
“Kita sebagai calon orang tua harus punya pola didik yang baik karena orang tua berperan penting untuk membentuk kepribadian anak,” ungkapnya.
Selain itu, Bonny mengajak generasi muda untuk menemukan hobi dan menggali bakat yang dimiliki. Menurutnya, menjalani aktivitas yang disukai dapat membuat kehidupan lebih seimbang dan membantu seseorang menghadapi tekanan tanpa mencari pelarian melalui narkoba.
“Untuk generasi bangsa, carilah hobimu masing-masing. Hidup tanpa hobi ya hampa. Gali bakat dan potensi, bekerja boleh tapi jalani juga hobimu. Jadi hidup nggak berasa berat-berat amat supaya nggak terpikir lari ke narkoba,” katanya mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....