Cara Sederhana Mengurangi Kecemasan di Dunia Maya
- 24 Mei 2026 23:54 WIB
- Palembang
Poin Utama
- FOMO muncul akibat rasa takut tertinggal tren dan aktivitas di media sosial
- Membatasi penggunaan media sosial dinilai efektif mengurangi kecemasan digital
- Hubungan sosial nyata membantu meningkatkan kepuasan dan ketenangan hidup
RRI.CO.ID, Palembang - Keinginan untuk selalu terlihat aktif di media sosial dapat memicu kecemasan bagi sebagian orang. Kondisi tersebut dikenal dengan istilah Fear of Missing Out atau FOMO.
FOMO muncul ketika seseorang merasa takut tertinggal tren maupun aktivitas orang lain di internet. Kondisi itu sering memengaruhi ketenangan pikiran dan kepuasan hidup seseorang.
Dilansir dari MSIG Life, salah satu langkah sederhana untuk mengatasi FOMO adalah membatasi penggunaan media sosial. Penggunaan dunia maya secara berlebihan disebut menjadi pemicu utama kecemasan digital.
Masyarakat dianjurkan menggunakan media sosial dalam durasi yang lebih terkontrol setiap hari. Pembatasan waktu dinilai membantu mengalihkan perhatian kepada aktivitas yang lebih produktif.
Pengguna media sosial cukup meluangkan waktu sekitar tiga puluh menit pada pagi dan sore hari. Cara tersebut dinilai efektif membantu menjaga fokus dan kesehatan mental.
Selain membatasi media sosial, masyarakat juga disarankan lebih fokus mengembangkan potensi diri sendiri. Kebiasaan membandingkan kehidupan pribadi dengan unggahan orang lain dinilai menurunkan rasa puas dalam hidup.
| Baca juga: Memahami Hakikat Uzlah dalam Islam |
Karena itu, masyarakat dianjurkan mulai mencatat berbagai tujuan dan hal positif yang ingin dicapai. Langkah tersebut membantu seseorang lebih menghargai proses kehidupan pribadi tanpa rasa cemas.
Membangun hubungan sosial secara langsung juga dinilai penting untuk mengurangi FOMO. Interaksi nyata dengan lingkungan sekitar disebut mampu mengurangi ketergantungan terhadap validasi di dunia maya.
Masyarakat dapat bergabung dengan komunitas yang memiliki minat dan kegemaran serupa. Ruang interaksi tersebut memungkinkan seseorang berbagi pengalaman positif secara hangat dan lebih bermakna.
Melalui hubungan sosial yang kuat, rasa puas dan bahagia dinilai lebih mudah tercipta secara nyata. Kebahagiaan sejati disebut tidak harus selalu bergantung pada aktivitas media sosial.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....