Merdeka di Usia Senja, Lansia dengan Disabilitas Berhak Hidup Bermartabat
- 24 Agt 2026 07:10 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Lansia dengan disabilitas tetap memiliki hak untuk hidup layak, dihargai, didengar, dan menentukan pilihan dalam kehidupannya.
- Pendampingan tidak boleh berubah menjadi pengambilalihan hak; keluarga perlu membantu tanpa menghilangkan kemandirian lansia.
- Masyarakat dapat menciptakan lingkungan inklusif melalui langkah sederhana, seperti menyapa, mengajak berbicara, dan melibatkan lansia dalam kehidupan sosial.
RRI.CO.ID, Palembang – Lansia dengan disabilitas tetap memiliki hak untuk hidup merdeka dan bermartabat, meskipun mengalami keterbatasan fisik maupun fungsi tertentu. Kondisi tersebut tidak seharusnya menjadi alasan bagi keluarga maupun masyarakat untuk mengabaikan hak, kebutuhan, dan keberadaan mereka.
Pekerja Sosial Ahli Muda Sentra Budi Perkasa Palembang, Deni Hamdani, mengatakan, lansia dengan disabilitas tetap perlu mendapatkan perlakuan yang layak dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, kebutuhan dasar seperti makanan, tempat tinggal, perawatan, serta perhatian tetap harus dipenuhi agar lansia dapat menjalani masa senjanya dengan bermartabat.
“Walaupun lansia disabilitas, tetap dimandikan, tetap diberikan makanan yang bergizi dan kamar yang bersih,” ujar Deni dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Palembang, Sabtu, 22 Agustus 2026. Ia menekankan bahwa kondisi disabilitas tidak menghilangkan hak seorang lansia untuk mendapatkan kehidupan yang layak.
Deni menjelaskan, salah satu persoalan yang masih banyak dihadapi lansia adalah kesendirian dan kurangnya komunikasi dengan lingkungan sekitar. Kondisi tersebut dapat membuat lansia semakin pasif, bahkan berpengaruh terhadap kemampuan bergerak dan keberdayaan mereka.
Karena itu, keluarga dan masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga agar lansia tetap merasa dihargai dan menjadi bagian dari lingkungan sosialnya. Hal sederhana seperti menyapa, mengajak berbicara, dan mendengarkan cerita maupun kebutuhan lansia dinilai dapat memberikan dampak berarti bagi kehidupan mereka.
Menurut Deni, membantu lansia juga tidak berarti mengambil alih seluruh keputusan dalam kehidupannya. Lansia tetap perlu diberikan kesempatan untuk menyampaikan keinginan, memilih kebutuhannya, serta berpartisipasi dalam berbagai hal yang masih mampu dilakukannya.
“Jangan mengambil alih melainkan mendampingi lansia yaitu dengan tetap memberikan hak suara,” kata Deni. Ia menilai pendampingan yang baik seharusnya membuat lansia tetap berdaya, bukan justru membuat mereka sepenuhnya bergantung kepada orang lain.
Deni mengajak masyarakat menjadikan semangat kemerdekaan sebagai momentum untuk membangun lingkungan yang ramah terhadap lansia dan inklusif terhadap keberagaman kemampuan. Menurutnya, setiap orang berhak menjalani masa tua dengan penghargaan, perhatian, dan kesempatan untuk tetap berpartisipasi dalam kehidupan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....