Sumsel Dorong Pengembangan Sekolah Lansia untuk Warga Usia 60 Tahun

  • 21 Agt 2026 14:18 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Hadirnya sekolah lansia di Sumatera Selatan memang sangat diharapkan karena di daerah lain sudah terlebih dahulu memiliki sekolah lansia bahkan sudah dari tahun 2018
  • Sekolah lansia juga merupakan satu wadah yang mampu meningkatkan kebahagiaan dan keberdayaan para lansia.
  • IRL Sumsel lansia tidak lagi dipandang sebagai kelompok yang harus disisihkan dari kehidupan sosial, lansia tetap sehat, mandiri, bermartabat, memperoleh ruang untuk bahagia

RRI.CO.ID, Palembang - Sumatera Selatan mulai mengembangkan sekolah lansia sebagai ruang bagi warga berusia 60 tahun ke atas untuk tetap aktif, sehat, dan bersosialisasi. Program ini dinilai penting seiring jumlah lansia di Indonesia yang telah mencapai lebih dari 10 persen.

Direktur Representatif Indonesia Layak Lansia (ILR) Provinsi Sumsel Eryn Sukma mengatakan sekolah lansia dibutuhkan untuk menjaga keberdayaan dan kebahagiaan warga lanjut usia. Ia menyampaikannya dalam Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang, Sabtu, 15 Agustus 2026.

Eryn mengatakan sejumlah daerah di Indonesia telah mengembangkan sekolah lansia sejak 2018. Sumsel kemudian mulai merintis program tersebut setelah mengikuti sosialisasi pada 22 Desember 2025 yang melibatkan 350 lansia.

“ILR telah berkembang di beberapa wilayah sejak 2018 dan Sumsel mulai merintis setelah mengikuti sosialisasi pada 22 Desember 2025 di Bapelkes yang melibatkan 350 lansia,” ujar Eryn.

Saat ini, tiga sekolah lansia telah berjalan di Sumsel. Ketiganya berada di Kampung Sukatenang, BPSDM, dan Jakabaring, sedangkan sekolah lansia di Talang Kelapa masih menunggu penerbitan SK.

Menurut Eryn, sekolah lansia tidak hanya menjadi tempat belajar. Program tersebut juga menjadi ruang untuk membangun kebersamaan melalui kegiatan yang menyenangkan dan sesuai dengan kebutuhan warga lanjut usia.

Ia mengatakan peserta sekolah lansia juga dipanggil dengan sebutan kakak, bukan nenek atau oma. Sebutan tersebut bertujuan menjaga semangat dan membantu peserta tetap memiliki rasa percaya diri.

“Sekolah lansia menjadi satu wadah yang mampu meningkatkan kebahagiaan dan keberdayaan para lansia. Programnya lebih banyak mengutamakan kebersamaan dan kegiatan yang menyenangkan,” katanya.

Selain membangun komunitas, ILR Sumsel mendorong keluarga memberikan perlakuan yang manusiawi kepada lansia. Upaya tersebut diperkuat melalui edukasi dalam program Bina Keluarga Lansia.

Eryn berharap keberadaan sekolah lansia dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap kelompok lanjut usia. Lansia dinilai tetap memiliki kemampuan untuk berkontribusi selama mendapatkan ruang yang sehat, aman, dan bermartabat.

“Diharapkan melalui ILR Sumsel lansia tidak lagi dipandang sebagai kelompok yang harus disisihkan dari kehidupan sosial. Lansia tetap sehat, mandiri, bermartabat, memperoleh ruang untuk bahagia dan memberikan kontribusi positif bagi keluarga dan masyarakat,” tutur Eryn.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....