Membangun Kepemimpinan Beradab melalui Keadilan dan Kejujuran

  • 12 Agt 2026 12:25 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kepemimpinan harus adil dan amanah. Setiap pemimpin memiliki tanggung jawab untuk mengambil keputusan secara adil serta menghindari kepentingan pribadi dan hawa nafsu.
  • Pemimpin harus menjaga perkataan dan membangun kepercayaan masyarakat melalui sikap jujur, amanah, serta mampu mendengarkan aspirasi.
  • Masyarakat berperan menjaga kepemimpinan yang baik. Kritik terhadap pemimpin perlu disampaikan secara bijak, berdasarkan fakta, dan melalui cara yang baik. Masyarakat juga dapat mendoakan pemimpin agar menjalankan amanah dengan benar.

RRI.CO.ID, Palembang - Kepemimpinan yang adil dan beradab menjadi salah satu kunci dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis dan berkeadilan. Setiap pemimpin memiliki amanah yang akan dipertanggungjawabkan, baik di dunia maupun di akhirat.

Hal tersebut disampaikan Ustaz Husyam Usman dalam program Mutiara Pagi Pro 1 RRI Palembang, Selasa, 11 Agustus 2026. Menurutnya, Islam mengajarkan setiap pemimpin untuk memberikan keputusan secara adil dan tidak mengikuti hawa nafsu dalam menjalankan kepemimpinannya.

Ustaz Husyam menjelaskan, kepemimpinan tidak hanya berkaitan dengan jabatan pemerintahan, tetapi juga mencakup kepemimpinan terhadap diri sendiri, keluarga, hingga masyarakat. Karena itu, seseorang harus mampu memperbaiki iman dan ketakwaannya sebelum menjalankan tanggung jawab memimpin orang lain.

Ia juga menekankan kejujuran menjadi salah satu fondasi penting dalam kepemimpinan. "Perkataan itu harus benar, kalau kita selalu bicara bohong, menumpuk-numpuk kebohongan, maka sulit sekali untuk menyusun kepemimpinan yang adil dan benar,” ujar Ustaz Husyam.

Menurut Ustaz Husyam, masyarakat juga memiliki peran dalam menjaga kehidupan berbangsa dan bernegara. Kritik terhadap pemimpin sebaiknya disampaikan berdasarkan fakta, dilakukan secara baik, serta tidak disertai penghinaan, prasangka buruk, atau tindakan yang merendahkan orang lain.

Ia juga mengingatkan pentingnya sinergi antara pemimpin dan ulama. Pemimpin perlu mendengarkan nasihat serta aspirasi masyarakat dan ulama, sementara ulama berperan memberikan nasihat berdasarkan nilai-nilai agama tanpa mencampuri urusan yang bukan menjadi kewenangannya.

Lebih lanjut, Ustaz Husyam mengatakan masyarakat yang menghadapi pemimpin yang dinilai belum menjalankan amanah dengan baik dapat mengingatkan sesuai kemampuan dan kapasitasnya. Jika tidak mampu melakukan tindakan secara langsung, masyarakat dapat mendoakan agar pemimpin diberikan petunjuk dan mampu menjalankan tanggung jawab dengan baik.

Ia berharap masyarakat terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui pembelajaran agama. Dengan pemahaman tersebut, setiap orang diharapkan mampu menjalankan perannya masing-masing secara jujur, bertanggung jawab, dan berpihak pada kebaikan bersama.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....