Pentingnya Memilih Pendidikan yang Tepat bagi Anak Berkebutuhan Khusus
- 10 Agt 2026 11:00 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Pemilihan pendidikan anak berkebutuhan khusus perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan tahap perkembangan masing-masing anak.
- Kemampuan akademik bukan satu-satunya pertimbangan, tetapi juga kemandirian, regulasi emosi, komunikasi, dan kemampuan mengikuti aktivitas.
- Orang tua perlu melakukan riset sekolah serta berkolaborasi dengan sekolah dan tenaga profesional untuk mendukung perkembangan anak.
RRI.CO.ID, Palembang – Memilih pendidikan yang tepat bagi anak berkebutuhan khusus perlu disesuaikan dengan kebutuhan, kemampuan, dan tahapan perkembangan masing-masing anak. Orang tua disarankan tidak hanya mempertimbangkan kemampuan akademik, tetapi juga kesiapan anak mengikuti aktivitas belajar, kemandirian, komunikasi, serta regulasi emosi.
Hal tersebut disampaikan Manajer Operasional Klinik Tumbuh Kembang Anak Physiopro Palembang, Utami Syahdiah dalam Dialog Ruang Disabilitas dan Inklusi Pro 1 RRI Palembang, Sabtu, 8 Agustus 2026. Menurutnya, pemahaman terhadap kondisi anak menjadi langkah awal sebelum orang tua menentukan lingkungan pendidikan yang sesuai.
Utami menjelaskan, asesmen tumbuh kembang dapat membantu orang tua mengetahui kemampuan anak serta aspek yang masih perlu dikembangkan. Hasil asesmen tersebut dapat menjadi pertimbangan untuk menentukan apakah anak lebih sesuai mengikuti pendidikan di sekolah luar biasa, sekolah inklusif, maupun bentuk pendidikan lainnya.
“Pendidikan yang tepat itu bukan seberapa jauh tempatnya, bukan berada di sekolah yang mahal, bukan berada di sekolah yang unggulan. Pendidikan yang tepat ketika anak bisa mendapatkan hak akademik dan juga perkembangannya,” ujar Utami.
Ia menambahkan, orang tua perlu melakukan riset langsung terhadap sekolah yang menjadi pilihan. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain ketersediaan tenaga pendidik, jumlah siswa dalam kelas, bentuk pendampingan, penerapan kurikulum, media pembelajaran, serta komunikasi antara sekolah dan orang tua.
Selain itu, kemampuan akademik tidak seharusnya menjadi satu-satunya ukuran kesiapan anak berkebutuhan khusus untuk mengikuti pendidikan. Kemampuan memahami instruksi, kemandirian, kemampuan mengikuti aktivitas, mengelola emosi, serta berinteraksi dengan lingkungan juga perlu diperhatikan.
Utami mengatakan, orang tua dapat mengamati respons anak untuk mengetahui apakah lingkungan sekolah yang dipilih sudah sesuai. Perubahan seperti anak lebih antusias berangkat sekolah, merasa nyaman setelah mengikuti kegiatan, serta mulai menunjukkan perkembangan dalam interaksi dan komunikasi dapat menjadi tanda positif.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antara orang tua, sekolah, terapis, psikolog, dan tenaga profesional lainnya dalam mendampingi perkembangan anak. Pendampingan yang konsisten di rumah juga diperlukan agar stimulasi dan pembelajaran yang diterima anak di sekolah dapat dilanjutkan dalam kehidupan sehari-hari.
Utami mengajak orang tua untuk memberikan ruang bagi anak berkembang sesuai potensinya tanpa membandingkan proses mereka dengan anak lainnya. Lingkungan pendidikan yang tepat diharapkan tidak hanya membantu anak memperoleh pendidikan, tetapi juga mendukung kemandirian, perkembangan sosial, dan kemampuan anak secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....