Konten Kreator Jadi Ruang Disabilitas Raih Keuntungan

  • 20 Jul 2026 21:27 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Penyandang disabilitas semakin berdaya melalui media digital dengan aktif berkarya di berbagai platform sekaligus mengedukasi masyarakat serta mematahkan stigma bahwa disabilitas identik dengan ketidakproduktifan.
  • Komunitas Difabel Kreatif Palembang mencatat lebih dari 25 kreator aktif pada 2026 dengan total sekitar 800 ribu pengikut, menghasilkan beragam konten mulai dari tutorial, vlog, ulasan aksesibilitas, hingga komedi.
  • Firsty Ukhti Molyndi, yang memulai karier sebagai penulis dan aktif membuat konten sejak 2019, memanfaatkan media digital sebagai ruang berekspresi, mengedukasi, menginspirasi, sekaligus membuka peluang ekonomi.

RRI.CO.ID, Palembang - Era digital membuka ruang baru bagi penyandang disabilitas di Kota Palembang. Sejumlah konten kreator disabilitas kini aktif di TikTok, YouTube, dan Instagram. Lewat karya, mereka mengedukasi, menghibur, sekaligus mematahkan stigma bahwa disabilitas tidak produktif.

Peluang ekonomi digital kini semakin terbuka juga bagi siapa saja, termasuk penyandang disabilitas yang mampu memanfaatkan media digital sebagai ruang berkarya dan berdaya. Komunitas Difabel Kreatif Palembang mencatat ada 25+ kreator aktif 2026 dengan total pengikut gabungan mencapai 800 ribu. Kontennya beragam: dari tutorial, vlog keseharian, review aksesibilitas, hingga komedi.

Salah satu konten creator disabilitas Firsty Ukhti Molyndi saat Dialog Ekonomi Digital yang disiarkan RRI Palembang pada Jumat , 17 Juli 2026, mengungkapkan bahwa aktivitas sehari-harinya diisi dengan belajar berbagai hal baru sekaligus menempuh pendidikan di Program Studi Sastra Inggris. Menurutnya, semangat untuk terus belajar menjadi modal utama dalam mengembangkan kreativitas di dunia digital.

Ia menjelaskan bahwa ketertarikannya menjadi konten kreator berawal dari kegemarannya menulis. Dari hobi tersebut, ia kemudian mulai mencoba berbagai bentuk karya digital hingga akhirnya aktif menciptakan konten yang dapat dinikmati masyarakat luas.

Molyndi menuturkan bahwa dirinya mulai menekuni dunia konten kreator sejak tahun 2019, bahkan sebelum pandemi Covid-19. Konsistensi dalam berkarya membuatnya terus berkembang dan mampu memanfaatkan platform digital sebagai sarana berekspresi sekaligus membuka peluang ekonomi.

"Awalnya saya seorang penulis. Dari situ saya mulai membuat konten sejak 2019, sebelum pandemi Covid-19. Saya percaya media digital bisa menjadi ruang bagi siapa saja untuk berkarya," ujar Molyndi.

Ia menambahkan, konten yang dipublikasikannya umumnya mengangkat aktivitas sehari-hari serta berupaya memberikan perspektif yang dapat mengedukasi dan menginspirasi masyarakat. Menurutnya, media digital tidak hanya menjadi tempat berbagi pengalaman, tetapi juga wadah untuk menyuarakan semangat inklusivitas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....