Etika Berkomentar di Media Sosial Menurut Ajaran Islam

  • 02 Jul 2026 13:35 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Kebebasan berpendapat diperbolehkan, tetapi harus tetap berlandaskan adab dan etika Islam.
  • Hindari ujaran negatif seperti menghujat, mengejek, dan membully saat berkomentar di media sosial.
  • Utamakan kesopanan dan kebijaksanaan agar media sosial menjadi sarana komunikasi yang bermanfaat.

RRI.CO.ID, Palembang - Media sosial telah menjadi ruang komunikasi yang memungkinkan setiap orang menyampaikan pendapat secara cepat dan terbuka. Meski demikian, kebebasan tersebut tidak boleh mengesampingkan etika dan kesantunan, terutama bagi umat Islam yang diajarkan untuk menjaga akhlak dalam setiap ucapan maupun tulisan.

Ustazah Erika Septiana mengatakan, media sosial merupakan salah satu sarana komunikasi yang sangat aktif di era digital. "Setiap tulisan yang diunggah seseorang merupakan bentuk ekspresi diri. Namun, kebebasan berekspresi tetap harus diiringi dengan sikap yang santun dan bertanggung jawab," ungkap Erika dalam Dialog Mutiara Pagi RRI, Kamis 2 Juli 2026.

Ia juga mengatakan, media sosial adalah salah satu alternatif komunikasi yang sangat aktif. Tulisan merupakan ekspresi dari dalam diri manusia, tetapi tetap harus disampaikan dengan sopan dan santun.

Islam tidak melarang seseorang untuk menyampaikan pendapat atau memberikan kritik. Akan tetapi, setiap komentar hendaknya disampaikan dengan cara yang baik tanpa mengandung unsur penghinaan, ejekan, maupun perundungan terhadap pihak lain.

"Jangan menghujat, jangan mengejek, dan jangan membully orang yang sedang dibicarakan. Jika ingin berkomentar, sampaikanlah dengan bijak agar dapat memberikan manfaat," kata Erika.

Menjaga adab dalam berkomunikasi merupakan bagian dari ajaran Islam yang harus diterapkan, termasuk ketika berinteraksi di ruang digital. Kebebasan berbicara bukan berarti bebas menyakiti perasaan orang lain atau menyebarkan ujaran yang dapat menimbulkan permusuhan.

Ia menambahkan, nilai kesopanan harus menjadi prioritas dalam setiap komunikasi. Jika kita menjaga etika, media sosial dapat menjadi wadah berbagi informasi, ilmu pengetahuan, dan inspirasi yang membawa dampak positif bagi masyarakat.

"Kebebasan itu ada, tetapi kesopanan harus menjadi nomor satu. Islam mengajarkan etika yang tinggi, sehingga sebagai hamba Allah kita harus menjunjung tinggi nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari, termasuk saat menggunakan media sosial," ungkapnya.

Pesan tersebut menjadi pengingat bahwa jejak digital yang ditinggalkan melalui tulisan memiliki dampak yang luas. Karena itu, pengguna media sosial diharapkan lebih bijak dalam memilih kata-kata agar tercipta ruang digital yang sehat, santun, dan saling menghargai.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....