Bukan Cuma Motor, Postur Tubuh Benar Kunci Selamat di Jalan

  • 13 Jul 2026 18:40 WIB
  •  Palembang
Poin Utama
  • Postur tubuh yang salah saat berkendara memicu kelelahan ekstrem dan menurunkan respons refleks pengendara di jalan raya.
  • Astra Motor Sumsel merumuskan tujuh elemen postur ideal, mulai dari pandangan mata hingga posisi kaki untuk menjaga stabilitas dan kontrol penuh kendaraan.
  • Kampanye #Cari_Aman menekankan bahwa keselamatan berkendara bukan sekadar kelengkapan atribut, melainkan pembiasaan ergonomi tubuh sejak awal perjalanan.

RRI.CO.ID, Palembang - Kenyamanan dan keselamatan di atas sadel sepeda motor rupanya tidak melulu soal kondisi mesin yang prima atau jalanan yang mulus. Faktor krusial yang sering kali luput dari perhatian para pemotor adalah ergonomi atau postur tubuh mereka sendiri saat berkendara.

Posisi duduk yang keliru bukan hanya memicu kelelahan dini, tetapi juga memperlambat refleks pengendara saat menghadapi situasi darurat. Menjawab tantangan tersebut, Astra Motor Sumatera Selatan (Sumsel) mengampanyekan kembali formula keselamatan berkendara lewat gerakan #Cari_Aman, dengan menitikberatkan pada tujuh postur tubuh yang ideal.

Safety Riding & Community Astra Motor Sumsel, Fathan Nayoda, menegaskan bahwa kontrol penuh terhadap kendaraan sangat bergantung pada bagaimana pengendara memosisikan tubuhnya.

"Postur berkendara yang benar membantu pengendara tetap nyaman, tidak mudah lelah, serta memiliki kendali yang lebih baik terhadap sepeda motor. Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk selalu menerapkan prinsip #Cari_Aman di setiap perjalanan," ujar Fathan pada Senin, 13 Juli 2026.

Lebih lanjut, Fathan membedah tujuh elemen penting postur berkendara yang wajib dipahami oleh setiap pengendara:

1. Pandangan Mata Jauh ke Depan Fokus mata tidak boleh terpaku pada roda depan. Pengendara harus melihat jauh ke depan untuk memindai situasi lalu lintas, sehingga memiliki waktu reaksi yang cukup jika ada potensi bahaya di depan.

2. Bahu Rileks Hindari posisi bahu yang tegang atau kaku. Menjaga bahu tetap santai akan mengurangi beban ketegangan pada punggung bagian atas, yang sering menjadi penyebab utama pegal saat perjalanan jauh.

3. Sikut Sedikit Ditekuk Jangan meluruskan lengan secara kaku. Sikut yang sedikit menekuk bertindak sebagai suspensi atau peredam kejut alami tubuh saat motor menghantam lubang atau jalanan bergelombang.

4. Genggaman Empat Jari Seluruh jemari (empat jari) harus menggenggam setang dengan mantap namun nyaman. Posisi ini memastikan pegangan optimal, sekaligus menjaga jari tetap siaga mengoperasikan tuas rem atau kopling tanpa kehilangan kendali setang.

5. Posisi Pinggul Seimbang Duduklah di bagian tengah jok secara proporsional. Posisi yang terlalu maju atau terlalu mundur akan merusak distribusi bobot dan mengganggu keseimbangan berkendara.

6. Lutut Menjepit Rangka Khusus pengguna motor sport atau bebek, pastikan lutut menjepit ringan tangki atau bodi motor. Teknik ini sangat vital untuk menjaga stabilitas, terutama saat bermanuver di tikungan atau jalan rusak.

7. Kaki Siaga di Pijakan Letakkan kaki secara sempurna di atas footstep. Posisi kaki yang menggantung atau turun-naik sangat berbahaya karena mengurangi stabilitas dan memperlambat waktu pengereman darurat.

Menurut Fathan, membiasakan ketujuh poin ergonomi ini secara konsisten akan membangun muscle memory yang baik bagi para pengendara. Efek jangka panjangnya, fokus pengendara tidak akan mudah terdistraksi oleh rasa lelah.

"Keselamatan berkendara dimulai dari kebiasaan-kebiasaan sederhana. Dengan menerapkan postur berkendara yang benar sejak awal perjalanan, pengendara akan lebih nyaman, tidak cepat lelah, dan mampu berkendara dengan lebih aman. Mari selalu terapkan #Cari_Aman di setiap perjalanan demi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," pungkas Fathan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....