Rumah Disabilitas Palembang Dorong Sekolah Lebih Inklusif
- 23 Mei 2026 21:54 WIB
- Palembang
Poin Utama
- keterbatasan akses pendidikan bagi daerah seperti jarak sekolah dan kurangnya tenaga pendidik yang memahami kebutuhan penyandang disabilitas.
- Fasilitas pendukung bagi disabilitas sangat penting untuk disediakan di sekolah.
- dunia pendidikan Indonesia dapat semakin inklusif di masa depan dan setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang
RRI.CO.ID, Palembang - Akses pendidikan bagi penyandang disabilitas di sejumlah daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan meski perkembangan pendidikan di kota besar terus meningkat. Kondisi tersebut menjadi perhatian Rumah Disabilitas Palembang dalam mendorong pendidikan inklusif.
Hal itu disampaikan Kepala Departemen PPM Rumah Disabilitas Palembang, Aliyah A, dalam program Ruang Disabilitas dan Inklusi di Studio Pro 1 RRI Palembang, Sabtu, 9 Mei 2026. Menurutnya, daerah terpencil masih mengalami keterbatasan akses pendidikan yang layak.
Aliyah menjelaskan kendala utama meliputi jarak sekolah yang jauh dan minimnya tenaga pendidik memahami kebutuhan disabilitas. Selain itu, penerimaan lingkungan sosial terhadap penyandang disabilitas juga masih menjadi tantangan.
Banyak sekolah disebut sudah menerima siswa disabilitas, namun belum memiliki sistem pembelajaran yang benar-benar inklusif. Sarana pendukung pendidikan bagi penyandang disabilitas juga masih terbatas di berbagai daerah.
“Rumah Disabilitas Palembang terus berusaha mendorong terciptanya pendidikan inklusif melalui program goes to school,” ujarnya. Program tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman sekolah umum terhadap kebutuhan penyandang disabilitas.
Aliyah mengatakan fasilitas pendukung sangat penting disediakan di lingkungan pendidikan. Di antaranya jalur kursi roda, akses aman bagi tunanetra, hingga tenaga penerjemah bahasa isyarat bagi siswa tuli.
Menurutnya, setiap penyandang disabilitas memiliki kemampuan dan potensi yang berbeda-beda. Karena itu, sekolah perlu mendukung pengembangan minat dan bakat mereka secara maksimal.
Selain lingkungan sekolah, keluarga dinilai memiliki peran penting membangun rasa percaya diri anak disabilitas. Dukungan keluarga juga memengaruhi semangat belajar dan kemampuan bersosialisasi anak.
Aliyah menilai perkembangan teknologi saat ini membantu penyandang disabilitas mengakses pendidikan dan informasi lebih luas. Media digital membuka peluang belajar sekaligus memperluas kemampuan mereka di berbagai bidang.
Ia juga mengajak generasi muda lebih terbuka terhadap keberagaman dan mengurangi tindakan diskriminatif terhadap penyandang disabilitas. Sikap sederhana seperti menghargai pendapat dan mengajak berbicara dinilai penting membangun kepercayaan diri mereka.
“Diharapkan dunia pendidikan Indonesia semakin inklusif sehingga setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk belajar,” tuturnya. Menurutnya, pendidikan harus menjadi ruang yang setara tanpa membedakan kondisi fisik maupun latar belakang seseorang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....