Makna Kemerdekaan yang Hakiki bagi Umat Islam
- 24 Agt 2026 07:30 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Menurut Islam dalam bahasa Arab Tahrir artinya bebas dari penindasan fisik, militer, ekonomi dan politik bahkan dalam meyakini ketaatan kepada Allah.
- Bersyukur kepada Allah dengan kemerdekaan ini, memahami Allah menurunkan Al Qur'an dan Sunah untuk melepaskan penghambaan pada manusia tapi hanya kepada Allah,
RRI.CO.ID, Palembang - Menurut Islam dalam bahasa Arab Tahrir artinya bebas dari penindasan fisik, militer, ekonomi dan politik bahkan dalam meyakini ketaatan kepada Allah. Hal ini dijelaskan Ustaz Mahmud Jamhur Mudir Rumah Tahfidz RQMM Palembang ketika menjadi narasumber acara Mutiara Pagi melalui Studio line telpon di Studio Pro 1 RRI Palembang, Sabtu 15 Agustus 2026.
Ustaz Mahmud menerangkan secara syariat atau Tahrir merdeka itu bebas melakukan ketaatan hanya kepada Allah saja. Rasulullah dan para sahabat berjuang agar manusia itu bebas melakukan ketaatan kepada Allah sesuai faktanya dari masa lalu.
"Melakukan ketaatan untuk menyembah Allah saja tidak bebas bahkan Rasulullah dan sahabat selama lima tahun shalat harus sembunyi dan tertekan takut diketahui para pembesar Quraish yang nantinya akan disiksa," tegas Ustaz.
Rasulullah dan sahabat berjuang agar manusia bisa bebas melakukan ketaatan kepada Allah. Itulah hakikat kemerdekaan yang sebenarnya dengan tidak ada rasa ketakutan dan tekanan dari pihak manapun.
Ustaz Mahmud menambahkan level kemerdekaan itu ada tujuh level diantaranya kemerdekaan fisik. Artinya tidak ada penjajahan militer seperti Indonesia 81 tahun bebas merdeka dari penjajah fisik.
Selanjutnya merdeka dari penjajahan pemaksaan perorangan, merdeka menentukan hukum, ekonomi dan teknologi. Termasuk merdeka secara ideologi yaitu bebas memilih ideologi, terakhir merdeka yang sesungguhnya seperti dalam Surah Az Zahriyat ayat 56.
Surah A Zahriyat ayat 56 mengandung makna bahwa merdeka bebas dari penghambaan kepada manusia. Merdeka untuk menuju penghambaan kepada Sang Pencipta hanya ketataan kepada Allah.
Memperingati kemerdekaan ini kita melakukan perenungan dan bersyukur atas kemerdekaan. Memahami dan memperbaiki diri menuju kemerdekaan yang sesungguhnya dengan melakukan dan mentaati hukum Allah.
"Bersyukur kepada Allah dengan kemerdekaan ini, memahami Allah menurunkan Al Qur'an dan Sunah untuk melepaskan penghambaan pada manusia tapi hanya kepada Allah, rayakan kemerdekaan sesuai syariat agar tercipta cita cita kemerdekaan juga menjadi rahmatan di alam ini," pesan Ustaz Mahmud menutup dialog.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....