Menjaga Hati dalam Islam: Kunci Ketenangan Hidup Seorang Muslim
- 06 Apr 2026 07:27 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Palembang - Dalam ajaran Islam, hati memiliki kedudukan yang sangat penting sebagai pusat kendali amal perbuatan manusia. Menjaga hati dari sifat-sifat tercela seperti iri, dengki, sombong, dan riya diyakini menjadi kunci meraih ketenangan hidup dan ridha Allah SWT.
Menjaga hati dalam Islam dilakukan dengan berbagai cara, antara lain memperbanyak zikir dan mengingat Allah, membaca Al-Qur’an, menjaga lisan dari perkataan buruk, serta bergaul dengan orang-orang saleh. Selain itu, umat Islam dianjurkan untuk senantiasa muhasabah atau introspeksi diri agar terhindar dari penyakit hati.
Ustad Andi Irawan Penyuluh Agama Islam dari Kemenag Kota Palembang dalam Dialog Mutiara Pagi Sabtu, 4 April 2026 menegaskan, bahwa menjaga kesucian hati tidak berhenti setelah berakhirnya bulan suci Ramadan. Ia menyebutkan bahwa Ramadan memang menjadi momen penyucian diri, namun konsistensi dalam menjaga hati justru menjadi tantangan dalam kehidupan sehari-hari.
“Tidak cukup hanya di bulan Ramadan, kita harus terus menjaga kesucian hati. Setelah Ramadan berlalu, di situlah ujian sebenarnya dimulai,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa hati harus dijaga dari berbagai bentuk kejahatan, baik yang tampak maupun yang tidak tampak. Menurutnya, penyakit hati seperti iri, dengki, dan prasangka buruk dapat merusak nilai ibadah serta hubungan sosial jika tidak dikendalikan.
“Kita harus menjaga hati dari kejahatan yang terlihat maupun tidak terlihat, serta menjauhi penyakit hati,” tambahnya. Ketika hati bersih, seseorang akan lebih mudah ikhlas dalam beribadah, sabar menghadapi ujian, dan lapang dalam memaafkan kesalahan orang lain.
Di tengah kesibukan dan tekanan kehidupan modern, menjaga hati menjadi tantangan tersendiri. Namun dengan membiasakan amalan-amalan sederhana seperti bersyukur, berprasangka baik, dan menghindari ghibah, hati dapat tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....