Pupuk Indonesia Sasar Petani Cilik Muara Enim demi Regenerasi
- 09 Jul 2026 18:00 WIB
- Palembang
Poin Utama
- PT Pupuk Indonesia mengadakan edukasi pertanian modern kepada anak-anak petani dan Kelompok Wanita Tani di Desa Bitis, Muara Enim, Sumatera Selatan, guna menanamkan kesadaran tentang praktik pertanian berkelanjutan sejak dini.
- Teknologi Mobil Uji Tanah (MUT) digunakan untuk menganalisis kondisi hara tanah secara presisi dan memberikan rekomendasi dosis pupuk instan dengan prinsip 5 Tepat: tepat jenis, dosis, waktu, cara, dan sasaran.
- Aplikasi i-Pubers membantu mendisiplinkan proses tebus pupuk bersubsidi di kios resmi dengan verifikasi data dan transparansi kuota, meningkatkan efisiensi distribusi dan kepercayaan petani terhadap sistem penyaluran pupuk.
RRI.CO.ID, Muara Enim - Mayoritas petani di Indonesia saat ini didominasi oleh generasi tua berusia di atas 50 tahun. Menghadapi tantangan berat regenerasi ini, PT Pupuk Indonesia (Persero) mengambil langkah tak biasa dengan menyasar anak-anak atau petani cilik serta Kelompok Wanita Tani (KWT) di Desa Bitis, Kecamatan Gelumbang, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan.
Langkah ini diambil untuk menanamkan kesadaran pertanian modern dan berkelanjutan sejak dini. Edukasi yang digelar pada Senin, 6 Juli 2026 ini berfokus pada konsep pemupukan berimbang—sebuah formula yang tidak hanya mendongkrak hasil panen, tetapi juga menjaga kelestarian tanah.
Selama ini, kegagalan panen atau penurunan kualitas lahan sering kali bukan karena minimnya pupuk, melainkan ketidakpahaman petani dalam menggunakannya secara presisi.
"Kami ingin memastikan petani tidak hanya memperoleh pupuk bersubsidi sesuai haknya, tetapi juga memahami cara penggunaan yang tepat melalui konsep pemupukan berimbang. Dengan pemupukan yang tepat, produktivitas pertanian diharapkan meningkat, sekaligus menjaga kesuburan tanah agar tetap produktif dalam jangka panjang," ujar Officer Pendukung Pemasaran dan Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Taufik Aprizal, dalam keterangan tertulis, Kamis, 9 Juli 2026.
Untuk memangkas tebak-tebakan dalam menakar pupuk, Pupuk Indonesia menerjunkan Tim Mobil Uji Tanah (MUT). Teknologi pertanian presisi ini langsung menganalisis kondisi hara tanah di lokasi dan mengeluarkan rekomendasi dosis secara instan. Petani diajarkan prinsip 5 Tepat: tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat sasaran.
Praktik ini diakui efisien oleh Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Gelumbang, Ramlan. Menurutnya, menghitung kebutuhan tanaman berdasarkan analisis tanah adalah kunci mendongkrak dompet petani.
"Pemupukan berimbang merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian. Dengan demikian pendapatan petani juga dapat meningkat," kata Ramlan.
Selain urusan tanah, rantai distribusi yang kerap menjadi keluhan juga diurai. Pupuk Indonesia mengenalkan aplikasi i-Pubers. Sistem digital ini mendisiplinkan proses tebus pupuk bersubsidi di kios resmi, mulai dari verifikasi data hingga transparansi kuota alokasi.
SM Regional 1 Pupuk Indonesia, Benny Farlo, menegaskan, pelibatan anak-anak dan perempuan dalam agenda ini adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan nasional. Perempuan memegang peran strategis dalam manajemen usaha tani keluarga, sementara generasi muda adalah penerus yang harus adaptif teknologi.
“Dengan petani cilik kita berharap munculnya petani-petani hebat ke depan sebagai penopang ketahanan pangan. Dengan demikian Pupuk Indonesia berkontribusi untuk merawat masa depan Indonesia,” pungkas Benny.
Merespons inisiatif ini, Kepala Desa Bitis, Hengki Wijaya, berharap wawasan baru mengenai pertanian presisi dan kemudahan i-Pubers ini segera dipraktikkan secara massal oleh warganya demi mendongkrak kesejahteraan desa.
"Kami berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan oleh para petani sehingga hasil panen semakin baik dan kesejahteraan masyarakat ikut meningkat," pungkas Hengki.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....