Penyaluran Pupuk Bersubsidi di Wilayah Sumatera Capai 30 Persen

  • 13 Mei 2026 07:45 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang- PT Pupuk Indonesia (Persero) berhasil menyalurkan pupuk bersubsidi 33 persen dari alokasi yang ditetapkan pemerintah yakni sebesar 2.228.539 ton untuk wilayah Sumatera. Penyalurkan itu dilakukan sejak Januari lalu hingga April 2026, denga total 737.125 ton pupuk bersubsidi.

Regional Chief Executive Officer 1 Pupuk Indonesia, Eko Suroso, mengatakan, penyaluran pupuk bersubsidi ini tidak lepas dari peran seluruh mitra atau stakeholder seperti Pelaku Usaha Distribusi (PUD), hingga dukungan Dinas Pertanian.

“Tingginya realisasi penyaluran pupuk bersubsidi di Pulau Sumatera tidak terlepas dari kebijakan Pemerintah di sektor pupuk. Melalui kebijakannya, Pemerintah telah memudahkan proses penebusan melalui aplikasi i-Pubers dan kebijakan penurunan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang berlaku sejak Oktober 2025,” ungkap Eko dalam kegiatan Media Gathering yang diselenggarakan di Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel), Selasa, 12 Mei 2026.

Untuk memperkuat sistem penyaluran pupuk bersubsidi yang lebih transparansi dan akuntabilitas, Pupuk Indonesia melalui Kompartemen Penjualan Regional 1 akan menggandeng stakeholder penting. Seperti insan media, Pelaku Usaha Distribusi, hingga Pemerintah Daerah (Pemda).

Lebih lanjut Eko mengatakan langkah ini menjadi bagian dari upaya strategis perusahaan dalam memastikan informasi terkait kebijakan dan penyaluran pupuk. “Khususnya pupuk bersubsidi, dapat tersampaikan secara terbuka, akurat, dan tepat sasaran kepada masyarakat.

“Transparansi menjadi komitmen utama kami. Media memiliki peran strategis dalam memastikan informasi yang diterima masyarakat, khususnya petani, tidak hanya cepat tetapi juga akurat dan berimbang,” ujarnya.

Dalam kegiatan ini, sejumlah rekan media dari berbagai platform—elektronik, cetak, dan online—hadir dalam kegiatan ini, bersama Perwakilan Asosiasi PUD Provinsi Sumatera Selatan, perwakilan PUD/Distributor pupuk wilayah Sumsel, serta dari Dinas Pertanian dan Perikanan Provinsi Sumatera Selatan.

Pada kesempatan yang sama, Senior Manager Pendukung Penjualan Regional 1 Pupuk Indonesia, Yoyo Supriyanto, mengatakan, perusahaan menyalurkan 737.125 ton pupuk bersubsidi ke seluruh pulau Sumatera karena beberapa strategi. Termasuk strategi penguatan pengawasan, peningkatan koordinasi dengan PUD/distributor, serta upaya memastikan pupuk tersalurkan sesuai dengan ketentuan dan kebutuhan petani. TUJUH TEPAT (tepat waktu, jumlah, tempat, harga, jenis, mutu dan penerima).

“Diskusi ini berlangsung dinamis mencerminkan tingginya perhatian para peserta terhadap isu penyaluran atau distribusi pupuk, mulai dari kebijakan terbaru hingga tantangan implementasi di lapangan. Sejumlah masukan dari media, distributor, dan pemerintah daerah turut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan strategi ke depan,” kata Yoyo.

Yoyo mengatakan, melalui kegiatan ini, posisi Kompartemen Penjualan Regional 1 tidak hanya sebagai pelaksana penyaluran, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam mendukung ketahanan pangan nasional yang berkelanjutan melalui tata kelola pupuk yang transparan dan akuntabel.

Sementara itu, Dwitri Kartini selaku GM Sumeks Group menyampaikan, keterbukaan informasi dari perusahaan akan berdampak langsung pada kualitas pemberitaan di lapangan. “Sinergi yang kuat antara perusahaan dan media akan menghasilkan informasi yang lebih jernih dan edukatif bagi masyarakat. Ini penting, terutama dalam isu strategis seperti distribusi pupuk,” ungkapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....