Sinergi Densus 88 & Komika: Edukasi Literasi Digital Bagi Kaum Muda
- 13 Mei 2026 16:49 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Metode: Sosialisasi antiterorisme menggunakan pendekatan humor dan stand-up comedy.
- Narasumber: Kolaborasi antara Densus 88 AT Polri dengan mantan napiter (Abdurahman Taib).
- Target: Memperkuat literasi digital dan imunitas ideologi Generasi Z di Palembang.
- Pesan: Pentingnya berpikir kritis terhadap konten media sosial dan penguatan nilai Pancasila.
RRI.CO.ID, Palembang - Satgaswil Sumatera Selatan Densus 88 AT Polri menyampaikan pesan perdamaian melalui jalur humor bersama komunitas Standup Indo Palembang pada Selasa, 12 Mei 2026 di Cafe Enamdua Palembang. Seminar kebangsaan ini bertujuan membangun kedekatan antara aparat keamanan dan masyarakat melalui interaksi yang jenaka.
Tim Pencegahan, Muhammad Alfarezi, sengaja memilih metode humanis untuk merangkul logika berpikir Generasi Z secara efektif. Pihaknya menggandeng mantan narapidana terorisme (napiter), Abdurahman Taib, guna membedah sisi gelap radikalisme secara terbuka dan jujur.
Abdurahman Taib mengisahkan perjalanan hidup kelamnya saat terjebak dalam pemahaman agama yang sempit serta ekstrem. Abdurahman menyelipkan humor reflektif untuk menggambarkan kekonyolan seseorang yang menelan mentah-mentah informasi tanpa proses verifikasi.
Mantan napiter tersebut mengingatkan para pemuda agar selalu bersikap kritis terhadap setiap konten yang melintas di media sosial. Abdurahman menilai kurangnya literasi digital menjadi pintu masuk utama bagi doktrin yang merusak keutuhan bangsa Indonesia.
Para peserta menyimak penjelasan Abdurahman mengenai dampak fatal penggunaan teknologi yang tidak disertai dengan kebijaksanaan mendalam. Pesan serius ini mengalir ringan sehingga pemuda lebih mudah mencerna bahaya laten di balik layar gawai.
Sesi diskusi interaktif ini membuktikan bahwa edukasi pencegahan terorisme tidak harus berlangsung dalam ruang formal yang membosankan. Pemerintah kini lebih mengedepankan dialog dari hati ke hati guna membangun imunitas ideologi bagi kaum muda.
Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri mengajak Komunitas Standup Indo Palembang agar lebih peduli terhadap isu intoleransi dan radikalisme. Satgaswil Sumsel Densus 88 AT Polri berharap para komika mampu menyampaikan pesan-pesan antiterorisme tersebut melalui materi komedi yang segar di panggung.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan memberikan edukasi mendalam mengenai penguatan nilai-nilai Pancasila sebagai benteng terakhir persatuan. Nilai toleransi dan kemanusiaan harus tumbuh subur di tengah keberagaman masyarakat Kota Palembang saat ini.
Kegiatan ini menjadi ruang bagi para peserta untuk menumbuhkan kepedulian bersama dalam menjaga keharmonisan lingkungan. Di tengah dinamika saat ini, generasi muda diharapkan dapat terus mengasah kedewasaan berpikir agar lebih bijak dalam menyaring berbagai pengaruh luar.
Melalui suasana panggung komedi yang hangat, tumbuh komitmen tulus untuk tetap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Seluruh peserta membawa pulang semangat baru untuk bersama-sama merajut masa depan Indonesia yang lebih dama
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....