Sinergi Kemenag Sumsel-Densus 88: Bentengi Pelajar dari Radikalisme

  • 07 Apr 2026 09:45 WIB
  •  Palembang

RRI.CO.ID, Palembang - Isu paparan paham radikalisme kini mulai mengancam pelajar tingkat SMP dan SMA di wilayah Sumatera Selatan. Tim Densus 88 Anti Teror Polri menemukan indikasi nyata mengenai sebaran paham berbahaya tersebut di lingkungan sekolah.

Kakanwil Kemenag Sumsel, Syafitri Irwan, menerima audiensi tim Densus 88 pada Senin, 6 April 2026. Pertemuan strategis ini berlangsung hangat di Ruang Rapat Kakanwil Kemenag Sumsel, Kota Palembang.

Ipda Fahrurozi memimpin rombongan Densus 88 untuk membahas langkah preventif bagi generasi muda. Fahrurozi mengungkapkan fakta lapangan yang menunjukkan urgensi perlindungan ideologi bagi para siswa.

Densus 88 saat ini tengah menyusun buku literasi khusus sebagai media edukasi pencegahan terorisme. Buku tersebut menggunakan bahasa yang komunikatif agar pesan perdamaian mudah meresap ke jiwa pelajar.

"Kami tidak bisa bekerja sendiri dan memerlukan sinergi kuat dengan mitra strategis seperti Kementerian Agama," ujar Fahrurozi. Fahrurozi menegaskan bahwa penguatan Ideologi Pancasila merupakan benteng utama dalam melawan sel radikal.

Syafitri Irwan langsung menyambut baik inisiatif kolaborasi demi menyelamatkan masa depan bangsa. Syafitri Irwan menilai langkah antisipasi di madrasah bersifat wajib dan mendesak untuk segera terlaksana.

Kementerian Agama menyiapkan infrastruktur sumber daya manusia yang luas hingga ke tingkat akar rumput. Instansi ini akan mengerahkan guru madrasah serta penyuluh agama untuk melakukan edukasi masif.

"Kami mendukung penuh dan siap menerjunkan personel untuk memberikan pemahaman moderasi beragama," tegas Syafitri. Sinergi ini bertujuan memastikan para siswa memiliki pemikiran inklusif terhadap keberagaman.

Kabid Urais Efriyansa dan Kabag TU Taufiq turut hadir mendampingi Kakanwil dalam pertemuan tersebut. Kabid Urais dan Kabag TU memberikan dukungan teknis terkait rencana implementasi program pencegahan di lapangan.

Ketua Tim Kerja KUB Feri Suhaimi juga ikut memetakan potensi titik rawan penyebaran paham menyimpang. Koordinasi antarlembaga ini menjadi kunci keberhasilan dalam mendeteksi dini ancaman radikalisme.

Kemenag Sumsel mengharapkan kerja sama ini tidak hanya berhenti pada tataran seremonial belaka. Kedua belah pihak berkomitmen menciptakan gerakan nyata melalui literasi dan dialog di institusi pendidikan.

Program ini diharapkan mampu menanamkan rasa cinta tanah air yang kuat bagi generasi milenial. Sinergi Kemenag dan Densus 88 menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan NKRI.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....