Generasi Muda Diminta Lestarikan Bahasa Daerah
- 18 Feb 2026 08:30 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID - Bahasa ibu dinilai sebagai warisan budaya yang membentuk identitas individu sekaligus komunitas. Namun di tengah arus globalisasi, keberadaan bahasa daerah kini menghadapi tantangan serius.
Hal itu disampaikan Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumatera Selatan, Desi Ari Pressanti, dalam Program Spada edisi Kita Indonesia, Senin, 16 Februari 2026. Ia menyoroti semakin berkurangnya jumlah penutur bahasa daerah di berbagai wilayah.
Menurut Desi, kondisi tersebut menjadi sinyal menurunnya vitalitas bahasa ibu. “Bahasa ibu adalah jati diri. Jika bahasa daerah jarang digunakan, kita kehilangan bagian dari kebudayaan sendiri,” ujarnya.
Ia menjelaskan, kemunduran bahasa daerah dapat dipicu berbagai faktor. Di antaranya sikap penutur yang merasa malu menggunakan bahasa daerahnya.
Selain itu, mobilitas sosial dan migrasi yang tinggi turut memengaruhi penggunaan bahasa ibu. Perkawinan campuran juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat pergeseran bahasa.
Faktor alam dan bencana pun dapat menyebabkan hilangnya banyak penutur dalam waktu singkat. Kondisi ini membuat sejumlah bahasa daerah semakin terancam menuju kepunahan.
Desi pun mengajak generasi muda untuk tidak malu menggunakan bahasa daerah. Terutama saat berada di lingkungan masyarakat yang berasal dari daerah yang sama.
“Jika berbaur dengan masyarakat dari berbagai daerah, gunakan bahasa Indonesia. Namun saat berada di lingkungan satu daerah, mari gunakan bahasa ibu,” pesannya.
Ia menegaskan, menguasai bahasa daerah adalah sebuah kebanggaan. Sikap positif terhadap bahasa ibu menjadi kunci pelestarian kekayaan budaya bangsa.
“Berbahagialah jika menguasai bahasa daerah. Itu adalah kekayaan bangsa yang harus kita jaga bersama,” katanya mengakhiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....