Arus Mudik Terancam Macet, DPR Minta Tambah Dermaga di Merak
- 16 Mar 2026 08:49 WIB
- Palembang
RRI.CO.ID, Cilegon - Keterbatasan jumlah dermaga di Pelabuhan Merak dinilai menjadi salah satu penyebab utama tersendatnya arus penyeberangan menuju Pelabuhan Bakauheni, terutama saat musim mudik Lebaran dan libur panjang. Kondisi ini membuat banyak kapal yang sebenarnya siap beroperasi justru tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Anggota Komisi VII DPR RI, Bambang Haryo Soekartono, meminta pemerintah segera menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak guna meningkatkan kapasitas layanan penyeberangan di lintasan Merak–Bakauheni. Menurut Bambang, saat ini terdapat sekitar 72 kapal yang disiapkan untuk melayani lintasan tersebut. Namun, keterbatasan dermaga membuat hanya sekitar 28 kapal yang dapat beroperasi secara maksimal.
“Situasi ini sudah berlarut-larut bertahun-tahun dan selalu memicu kemacetan parah di lintasan Merak–Bakauheni saat musim Lebaran dan tahun baru. Ironisnya, antrean kendaraan sangat panjang, tetapi banyak kapal tidak bisa beroperasi karena keterbatasan dermaga,” kata Bambang, dalam siaran pers yang diterima RRI, Senin, 16 Maret 2026.
Ia menjelaskan, dari total tujuh dermaga yang tersedia saat ini, setiap dermaga hanya mampu melayani sekitar empat kapal. Akibatnya, sekitar 44 kapal atau lebih dari 60 persen armada tidak dapat dioperasikan meski dalam kondisi siap dan layak berlayar.
Bambang yang juga Ketua Dewan Pembina Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) menilai kondisi tersebut merugikan masyarakat. Menurutnya, antrean kendaraan logistik dan penumpang terus terjadi karena kapasitas layanan tidak mampu mengimbangi peningkatan arus kendaraan.
“Pada saat peak season masyarakat membutuhkan angkutan, tetapi kapal tidak bisa dioperasikan karena keterbatasan dermaga,” ujarnya.
Ia menegaskan solusi paling mendesak adalah menambah jumlah dermaga di Pelabuhan Merak. Dari tujuh dermaga yang ada saat ini, pemerintah diminta segera membangun setidaknya tiga dermaga tambahan.
Menurutnya, penambahan tersebut dapat meningkatkan kapasitas sandar kapal secara signifikan. Tiga dermaga tambahan diperkirakan mampu menampung sekitar 12 kapal untuk beroperasi secara bersamaan.
“Kalau ditambah tiga dermaga, kita bisa menampung sekitar 12 kapal tambahan. Itu berarti kapasitas angkut bisa meningkat sekitar 50 persen sehingga antrean kendaraan akan jauh lebih lancar,” katanya.
Bambang juga mengingatkan bahwa kebutuhan transportasi di lintasan Merak–Bakauheni terus meningkat setiap tahun, terutama untuk angkutan logistik. Peningkatan transportasi logistik di lintasan tersebut bahkan diperkirakan mencapai 10 hingga 12 persen setiap tahun.
Ia menilai tanpa penambahan infrastruktur, kapasitas layanan penyeberangan dikhawatirkan tidak lagi mampu menampung lonjakan kendaraan dalam beberapa tahun ke depan.
“Kalau kongesti ini terus terjadi, kemacetan akan meresahkan publik dan bisa menghambat pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.
Bambang menegaskan pemerintah seharusnya tidak hanya menambah jumlah kapal, jika infrastruktur dermaga belum memadai. Menurutnya, langkah tersebut justru akan menambah jumlah kapal yang menganggur di pelabuhan.
“Kalau ingin meningkatkan kapasitas angkut, pemerintah harus menambah dermaga, bukan sekadar menambah kapal,” katanya.
Ia menambahkan, pembangunan dermaga baru menjadi langkah strategis agar kapasitas layanan penyeberangan mampu mengantisipasi peningkatan jumlah kendaraan pada masa mendatang.