Titik Panas di Bukit Tunggal, Waspada Karhutla Meluas

  • 15 Agt 2026 20:00 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kepulan asap tipis masih mengambang di atas semak belukar Jalan Banteng 30, Kelurahan Bukit Tunggal, Kecamatan Jekan Raya, Jumat, 14 Agustus 2026. Di lahan seluas sekitar satu hektare itu, personel Polsek Pahandut bergerak cepat menyisir kawasan yang sebelumnya terdeteksi sebagai titik panas melalui pemantauan satelit NASA.

Begitu tiba di lokasi, petugas mendapati lahan milik warga yang telah lama tak terurus, dipenuhi tanaman liar dan semak belukar kering yang rawan menjadi bahan bakar api. Sisa gumpalan asap yang masih mengepul menjadi tanda bahwa ancaman belum sepenuhnya hilang, meski kobaran api tak lagi terlihat.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi, S.I.K., M.H., melalui Kapolsek Pahandut AKP Iyudi Hartanto, menegaskan bahwa langkah pengecekan ini merupakan bentuk kewaspadaan dini agar titik panas tidak berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang lebih luas.

“Petugas sudah mengecek langsung lokasi dan memastikan api telah padam. Meski demikian, sebagian area masih mengeluarkan asap sehingga tetap perlu dilakukan pemantauan,” ujarnya.

Ada dua hal yang membuat lokasi ini perlu perhatian ekstra. Pertama, jaraknya yang hanya sekitar 150 meter dari permukiman warga menjadikan potensi bahaya begitu dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat. Kedua, minimnya sumber air di sekitar titik hotspot membuat proses pemadaman, jika api kembali membesar, tidak akan mudah dilakukan.

Pada pemantauan terakhir sekitar pukul 11.00 WIB, petugas tidak lagi menemukan kobaran api yang membakar semak belukar. Namun kewaspadaan tidak lantas dikendurkan. Personel Polsek Pahandut memastikan akan terus memantau perkembangan lokasi hingga kondisi lahan benar-benar dinyatakan aman.

Kehadiran aparat di tengah kawasan yang rawan ini bukan sekadar rutinitas pengecekan, melainkan upaya nyata mencegah api kembali menyala sekaligus menjaga rasa tenang warga yang tinggal berdekatan dengan lahan tersebut.

“Kewaspadaan bersama tetap diperlukan agar potensi karhutla dapat segera diketahui dan ditangani sejak dini,” kata AKP Iyudi Hartanto.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....