Karhutla Hanguskan Rumah Kosong Jalan Kalibata

  • 08 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, meludeskan satu buah rumah warga yang tak berpenghuni pada Sabtu, 8 Agustus 2026 siang.

Api yang muncul di kawasan Jalan Kalibata Ujung ini dengan cepat meluas hingga nyaris menghanguskan sarang burung walet dan permukiman warga di sekitarnya.

Berdasarkan rekaman video yang beredar, kobaran api tampak membubung tinggi disertai kepulan asap tebal. Cuaca panas yang disertai angin kencang membuat si jago merah dengan cepat merambat ke lahan-lahan di sekitarnya yang sudah mengering.

Petugas gabungan bersama sejumlah relawan pemadam kebakaran segera turun ke lokasi untuk melakukan pemadaman sekaligus penyekatan, guna mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar titik kebakaran.

Namun upaya pemadaman tidak berjalan mudah. Minimnya sumber air di lokasi menjadi kendala utama bagi petugas untuk menjangkau titik-titik api yang terus menyebar.

Sebagian petugas bahkan terpaksa memadamkan api secara manual menggunakan dahan pohon untuk menahan laju api agar tidak semakin meluas dan membahayakan warga.

Yang mengejutkan, lahan yang terbakar diduga kuat sengaja dibakar oleh orang tak dikenal. Salah satu relawan pemadam kebakaran mengaku sempat melihat sosok mencurigakan berada di lokasi saat api masih kecil. Orang tersebut diduga melarikan diri menggunakan sepeda motor jenis trail setelah membakar lahan di sekitar lokasi kejadian.

"Kami sempat melihat ada orang di lokasi saat api masih kecil. Diduga orang itu yang membakar lahan, karena setelah itu langsung kabur naik motor," ujar Hancen, salah satu relawan pemadam kebakaran Palangka Raya.

Hingga saat ini, kondisi karhutla di Kota Palangka Raya kian mengkhawatirkan. Munculnya titik-titik api baru secara terus-menerus, ditambah luasnya lahan gambut yang terbakar, membuat api mulai merambah ke kawasan permukiman warga.

Situasi ini diperparah dengan minimnya ketersediaan air akibat musim kemarau yang tengah berlangsung. Petugas pun dituntut bekerja ekstra keras, bahkan harus memadamkan api secara manual, demi mencegah kebakaran semakin meluas dan mengancam keselamatan warga sekitar.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....