Karhutla Tumbang Nusa Belum Padam, Petugas Cegah Api Dekati Jalan

  • 08 Agt 2026 19:41 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Pulang Pisau – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, masih menjadi ancaman serius. Kondisi gambut yang sangat kering serta menipisnya sumber air membuat proses pemadaman berjalan lambat, sehingga tim gabungan terus berupaya menyekat penjalaran api agar tidak melintasi Jalan Trans Kalimantan.

Operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan di wilayah Desa Tumbang Nusa dan Desa Tumbang Taruna, Kabupaten Pulang Pisau, terus ditingkatkan. Ratusan personel gabungan diterjunkan untuk menahan perluasan api yang berpotensi memutus akses transportasi di jalur tersebut.

Sejak awal Juli 2026, penanganan karhutla dilakukan secara terpadu dengan melibatkan personel Polri, TNI, Manggala Agni, BPBD, Dinas Kehutanan, dan berbagai unsur lainnya. Mereka ditempatkan di titik-titik rawan agar api tidak merambat hingga ke badan jalan.

Berdasarkan hasil analisis BPBD Provinsi Kalimantan Tengah per 6 Agustus 2026, luas lahan yang terbakar diperkirakan telah mencapai sekitar 181,58 hektare, dengan 991 titik panas (hotspot) serta 29 kejadian karhutla yang tercatat di wilayah Pulang Pisau.

Untuk mendukung pemadaman, empat unit helikopter water bombing terus melakukan penyiraman pada titik api yang sulit dijangkau tim darat. Namun di lapangan, petugas menghadapi tantangan besar. Sumber air semakin berkurang akibat musim kemarau berkepanjangan, sementara kondisi gambut yang kering dan dalam membuat api mudah menjalar serta sulit dipadamkan hingga ke lapisan bawah tanah.

Guna mencegah api melintasi Jalan Trans Kalimantan, tim gabungan melakukan penyekatan di sepanjang tepi jalan. Personel darat disiagakan pada titik-titik kritis, dibantu pasokan air dari mobil tangki milik Polri, TNI, BPBD, dan Dinas Kehutanan.

Operasi darat pun terus diperkuat dengan dukungan pemadaman dari udara. Koordinasi kedua metode ini diharapkan mampu menahan pergerakan api agar tidak membesar dan mengganggu aktivitas masyarakat maupun lalu lintas di jalan nasional.

Kabag Ops Polres Pulang Pisau AKP Widodo mengatakan, pihaknya bersama tim gabungan terus memantau perkembangan titik api di lapangan.

" Kami terus memastikan seluruh sumber daya dikerahkan secara maksimal untuk mencegah meluasnya kebakaran, khususnya di area yang berdekatan dengan jalan. Hingga kini, petugas gabungan masih disiagakan selama 24 jam untuk mengantisipasi munculnya titik api baru," ujar AKP Widodo. Sabtu, 8 Agustus 2026.

Selain berupaya memadamkan kebakaran, satuan tugas juga memfokuskan penanganan agar api tidak melintasi Jalan Trans Kalimantan demi menjaga keselamatan pengendara dan kelancaran arus transportasi di wilayah tersebut.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....