Musim Kemarau Datang, Warga Bantaran Sungai Kahayan Berburu Ikan Sungai
- 15 Jul 2026 07:39 WIB
- Palangkaraya
Poin Utama
- Musim kemarau di Kalimantan Tengah menyebabkan debit air Sungai Kahayan menurun sehingga ikan lebih mudah ditemukan dan ditangkap oleh masyarakat.
- Warga memanfaatkan musim kemarau untuk menangkap ikan seperti baung, lais, patin, dan tampahas sebagai sumber penghasilan dan kebutuhan konsumsi keluarga.
- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengingatkan masyarakat untuk menggunakan alat tangkap ramah lingkungan dan menghindari racun, bahan peledak, serta setrum yang merusak ekosistem sungai.
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Musim kemarau yang mulai berlangsung di Kalimantan Tengah membawa berkah bagi sebagian masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran Sungai Kahayan.
Debit air yang mulai surut membuat aktivitas menangkap ikan semakin mudah dilakukan. Sejak pagi hingga sore hari, warga memanfaatkan berbagai alat tangkap tradisional untuk berburu ikan sungai seperti baung, lais, patin, dan tampahas yang menjadi sumber penghasilan sekaligus kebutuhan konsumsi keluarga.
Salah seorang warga bantaran Sungai Kahayan, Rahmadi, mengaku musim kemarau menjadi waktu yang paling dinantikan para pencari ikan. Menurutnya, saat permukaan air menurun, ikan lebih mudah ditemukan di sejumlah titik sungai.
"Kalau musim kemarau seperti sekarang, hasil tangkapan biasanya lebih banyak. Selain untuk dimakan sendiri, sebagian juga kami jual ke pasar untuk menambah penghasilan keluarga," ujarnya, Senin, 13 Juli 2026.
Fenomena meningkatnya aktivitas penangkapan ikan saat musim kemarau juga sejalan dengan kondisi hidrologi sungai. Debit air yang menurun menyebabkan ikan terkonsentrasi di alur-alur sungai sehingga lebih mudah ditangkap menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan.
Namun demikian, masyarakat tetap diimbau menjaga kelestarian sumber daya perikanan dengan tidak menggunakan alat tangkap yang merusak ekosistem sungai.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menegaskan bahwa pemanfaatan sumber daya perikanan harus dilakukan secara berkelanjutan agar populasi ikan di perairan umum daratan tetap terjaga.
KKP juga mengajak masyarakat menghindari penggunaan racun, bahan peledak, maupun setrum karena dapat merusak habitat dan mengancam kelestarian ikan di sungai.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa musim kemarau di sebagian wilayah Kalimantan ditandai dengan berkurangnya curah hujan sehingga debit sungai cenderung menurun. Kondisi tersebut memengaruhi aktivitas masyarakat di kawasan perairan, termasuk nelayan sungai yang memanfaatkan momentum untuk meningkatkan hasil tangkapan.
Melimpahnya hasil tangkapan ikan di Sungai Kahayan diharapkan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat tanpa mengabaikan prinsip pelestarian lingkungan.
Dengan menjaga keseimbangan antara pemanfaatan dan konservasi, kekayaan sumber daya perikanan sungai di Kalimantan Tengah diharapkan tetap lestari dan terus menjadi penopang kehidupan masyarakat di masa mendatang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....