Penyebaran Guru Kalteng Belum Merata, Pembelajaran Hybrid Jadi Solusi
- 25 Apr 2026 11:16 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Penyebaran guru yang belum merata masih menjadi masalah di Kalimantan Tengah. Penumpukan guru terjadi di kota dan kabupaten besar, sementara sekolah di daerah masih kekurangan tenaga pendidik.
Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Reza Prabowo, mengatakan ketimpangan jumlah guru dan siswa diatasi melalui pembelajaran sistem hybrid. Sistem ini menggabungkan metode luring dan daring agar siswa di daerah tetap bisa belajar dari guru di perkotaan.
"Karena total guru kita mendekati angka 9 ribu, berarti 1 orang guru rata-rata itu bisa meng-handle 9 sampai 10 siswa. Tapi kenyataannya guru di pedalaman itu banyak yang kekurangan karena terpusat di kota. Salah satu untuk menanganinya adalah dengan cara digitalisasi melalui program pembelajaran hybrid," katanya, saat mengisi program Halo RRI di Pro1 RRI Palangka Raya, Senin, 20 April 2026.
Lebih lanjut, Reza Prabowo menjelaskan upaya ini salah satunya diterapkan di SMA 2 Palangka Raya. Sejumlah guru melakukan pembelajaran hybrid yang terhubung secara daring dengan sekolah di wilayah Bukit Raya.
"Salah satu solusinya adalah guru yang kekurangan guru di sana kita ambil dari Kota Palangka Raya, dia mengajar di SMA 2 Palangka Raya tapi juga terhubung dengan siswa yang ada di Bukit Raya," katanya.
Melalui sistem ini, kekurangan guru mata pelajaran seperti Matematika, Kimia, dan Biologi dapat diatasi. Siswa di daerah tetap mendapatkan materi pembelajaran meski tidak memiliki guru tetap di sekolahnya.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus mendorong digitalisasi pendidikan untuk memperluas akses belajar. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan pendidikan antara wilayah kota dan pedalaman.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....