Sekolah Satu Atap Khusus ABK Dorong Dukungan Orang Tua demi Pembelajaran Inklusif
- 03 Jun 2026 22:47 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Pentingnya dukungan orang tua dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif menjadi sorotan dalam kegiatan diskusi pendidikan yang berlangsung di sekolah khusus anak berkebutuhan khusus (ABK). Dukungan tersebut dinilai tidak hanya diperlukan bagi siswa ABK, tetapi juga bagi orang tua siswa lainnya agar proses pembelajaran dapat berjalan dengan baik dan harmonis.
Kepala Sekolah Khusus (SKH) Negeri 1 Palangka Raya, Anita, menegaskan bahwa keterlibatan orang tua memiliki peran besar dalam keberhasilan pendidikan inklusif. Menurutnya, tanpa dukungan dan pemahaman yang baik dari orang tua, suasana belajar di dalam kelas berpotensi menghadapi berbagai kendala yang dapat memengaruhi kenyamanan seluruh peserta didik.
Anita menjelaskan bahwa sekolahnya melayani peserta didik mulai dari jenjang Taman Kanak-Kanak (TK), Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA). “Dengan cakupan jenjang pendidikan yang lengkap, sekolah mampu memberikan layanan pendidikan berkelanjutan bagi siswa berkebutuhan khusus,” katanya.
Ketika ditanya mengenai konsep lembaga pendidikan yang dikelolanya, Anita menyebut sekolah tersebut sebagai “Sekolah Satu Atap”. Model ini memungkinkan seluruh jenjang pendidikan berada dalam satu lingkungan yang terintegrasi sehingga memudahkan proses pendampingan dan pengembangan peserta didik.
Menurutnya, keberadaan Sekolah Satu Atap memberikan banyak manfaat, terutama dalam memastikan kesinambungan program pendidikan dan terapi yang dibutuhkan siswa. Selain itu, koordinasi antara guru, tenaga pendidik, dan orang tua dapat dilakukan secara lebih efektif karena seluruh layanan tersedia dalam satu kawasan.
Sementara itu Kepala Sekolah SDN 1 Menteng Palangka Raya, Denie, menyatakan sesuai arahan dari Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya sekolah umum dilarang tidak menerima anak berkebutuhan khusus (ABK). “Peran orang tua turut membantu guru di sekolah dalam memberikan arahan bagi anak ABK sehingga sampai sekarang tidak ada kendala berarti bagi pembinaan anak ABK di sekolah umum di SDN1 Menteng Palangka Raya,” ujarnya.
Melalui pendekatan yang terkordinasi antara orang tua dan sekolah diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus. Karena dukungan orang tua, tenaga pendidik, dan masyarakat menjadi kunci utama dalam mewujudkan lingkungan belajar yang inklusif, nyaman, dan mampu mengembangkan potensi setiap peserta didik secara optimal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....