Korban Terdampak Kebakaran Jalan Murjani Nantikan Bantuan dari Pemda
- 16 Apr 2026 14:30 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Warga korban kebakaran di Gang Suka Maju, Kelurahan Pahandut, Kecamatan Pahandut, Kota Palangka Raya, Siti Esah, masih menanti realisasi bantuan dana yang dijanjikan pemerintah. Pihaknya berharap bantuan tersebut segera cair, mengingat kondisi rumah yang terbakar habis dan tidak memungkinkan untuk diperbaiki, sehingga membutuhkan pembangunan dari awal.
Ia menyebutkan, terdapat janji bantuan sebesar Rp15 juta dari Gubernur Kalteng dan Rp12 juta dari Wali Kota Palangka Raya. Namun hingga kini, bantuan dalam bentuk uang tersebut belum diterima oleh para korban.
"Kondisi ini membuat warga terdampak kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama karena banyak dari mereka kehilangan sumber penghasilan akibat kebakaran," ujarnya, Kamis, 16 April 2026.
Meski demikian, bantuan berupa sembako diakui warga telah tersalurkan dengan baik dan bahkan dalam jumlah yang cukup melimpah. Namun, kebutuhan mendesak berupa uang tunai tetap menjadi harapan utama, terutama untuk menunjang biaya hidup dan keperluan tempat tinggal sementara.
Sementara itu, Lurah Pahandut, Ahmad Reza, menjelaskan proses pencairan bantuan masih dalam tahap administrasi. Data penerima bantuan telah diverifikasi, dengan sekitar 33 hingga 34 kepala keluarga dinyatakan berhak menerima bantuan.
"Kendala utama yang dihadapi adalah kelengkapan administrasi warga, seperti KTP dan kartu keluarga, yang menjadi syarat pembukaan rekening untuk penyaluran bantuan. Saat ini, seluruh berkas telah diajukan ke tingkat provinsi dan diharapkan bantuan dapat segera dicairkan dalam beberapa minggu ke depan,"ujarnya.
Berdasarkan data yang dihimpun, jumlah rumah yang mengalami kerusakan akibat kebakaran mencapai 34 unit, dengan rincian 19 rumah rusak parah dan sisanya mengalami kerusakan ringan. Peristiwa kebakaran diduga bermula dari api kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala di salah satu rumah warga.
Untuk saat ini, para korban kebakaran terpaksa tinggal terpencar di sejumlah lokasi dengan menyewa barak di beberapa RT. Kondisi tersebut tentu menambah beban ekonomi warga, karena mereka harus mengeluarkan biaya tambahan untuk tempat tinggal sementara, di tengah tidak adanya pemasukan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....