Ciri Orang Merugi di Bulan Ramadan
- 21 Feb 2026 06:28 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Perilaku merugi bisa dilakukan oleh siapapun dan kapanpun,tidak terkecuali saat bulan Ramadan. Dalam acara Mutiara Pagi, Pro 1 RRI Palangka Raya, Sabtu 21 Februari 2026, Muhammad Nor Said dari FUAD UIN Palangka Raya mengingatkan umat Islam agar menjaga perilaku selama Ramadan agar tidak kehilangan pahala.
Ia menekankan bahwa puasa tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga lisan, pandangan, serta perbuatan dari hal-hal yang dapat mengurangi pahala. "Diantaranya berdusta, adu domba, melihat sesuatu dengan syahwat, dan sumpah palsu” ujarnya.
Menurutnya, salah satu perilaku yang kerap dianggap sepele adalah berdusta. Padahal, kebiasaan berbohong dapat menggerus pahala puasa. “Apalagi di zaman sekarang, berdusta bisa menjadi sesuatu yang seolah-olah halal dan sepele bagi sebagian umat Islam,” katanya.
| Baca juga: Puasa Latih Kendali Diri menuju Takwa |
Ia mencontohkan fenomena ajakan buka bersama (bukber) di bulan Ramadan. Seseorang mengajak teman melalui pesan grup, namun saat waktu berbuka tiba justru tidak hadir tanpa alasan jelas.
“Seakan-akan itu hal sepele, padahal itu sudah berbohong dan bisa mengurangi pahala puasa kita. Kita tidak mendapatkan keuntungan dari Allah,” katanya, menegaskan.
Perilaku kedua yang disoroti adalah menggunjing atau ghibah. Ia menjelaskan, ghibah terjadi ketika seseorang menceritakan keburukan orang lain yang jika didengar oleh orang tersebut akan membuatnya marah.
“Ghibah ini kasusnya, orang yang menyampaikan aib dan orang yang mendengarkan, sama-sama hukumnya,” ujarnya.
Di era media sosial, fenomena fear of missing out (FOMO) membuat banyak orang takut ketinggalan tren, termasuk gosip selebritas. Banyak akun di Instagram maupun TikTok yang menjadi ladang perundungan terhadap figur publik.
“Takutnya ketika kita searching sesuatu, mencari berita tentang selebriti yang sedang digosipkan dan kita menikmatinya, meskipun tidak berkomentar, karena kita menikmatinya maka kita termasuk orang yang menghibah tadi,” ujarnya.
Muhammad Nor Said menambahkan, perilaku adu domba kini tidak hanya terjadi antarindividu, tetapi bisa meluas hingga kelompok bahkan negara. “Ada yang memang tujuannya baik, tetapi ada juga yang memang tujuannya untuk mengadu domba,” katanya.
Ia mengajak umat Islam lebih bijak dalam menerima dan menyebarkan informasi, terlebih di bulan Ramadan. “Karena kita mengharapkan ampunan dari Allah di bulan puasa ini, maka hal-hal seperti itu harus dijaga,” ujarnya.
Selain itu, sumpah palsu juga harus dihindari. Meski mungkin jarang terjadi dalam keseharian, ia mengingatkan agar umat Islam saling menasihati untuk menjauhinya.
Di akhir acara, ia juga mengingatkan pentingnya menjaga ucapan dan perilaku, termasuk menghindari berkata kasar atau berbuat kasar selama berpuasa. Melalui siaran Mutiara Pagi Pro1 RRI Palangka Raya, masyarakat diharapkan dapat menjalankan ibadah Ramadan secara lebih utuh, tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjaga akhlak agar tidak menjadi orang yang merugi di bulan suci.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....