Sejarah Sate Taichan dan Cara Membuatnya di Rumah, Resep Simpel yang Pedas dan Gurih

  • 12 Agt 2026 14:52 WIB
  •  Palangkaraya

RRI.CO.ID, Palangka Raya - Sate taichan menjadi salah satu kuliner yang cukup populer di Indonesia, terutama di kalangan pencinta makanan pedas.

Berbeda dari sate ayam pada umumnya yang disajikan dengan bumbu kacang atau kecap, sate taichan memiliki tampilan lebih sederhana karena daging ayam dibakar tanpa baluran bumbu tersebut.

Potongan ayam yang gurih kemudian disajikan bersama sambal pedas dan perasan jeruk nipis sehingga menghasilkan perpaduan rasa gurih, pedas, dan segar yang menjadi ciri khasnya.

Mengenai sejarahnya, asal-usul sate taichan sebenarnya belum dapat dipastikan secara mutlak. Salah satu cerita yang paling banyak beredar menyebutkan bahwa sate ini bermula dari kawasan Senayan, Jakarta, melalui permintaan seorang pelanggan asal Jepang di sebuah warung sate Madura.

Pelanggan tersebut disebut tidak menyukai bumbu kacang dan meminta daging sate dibakar dengan bumbu sederhana berupa garam dan perasan jeruk nipis, kemudian disantap bersama sambal. Dari kreasi sederhana inilah sate tanpa bumbu kacang tersebut kemudian dikenal sebagai sate taichan.

Selain cerita tersebut, terdapat pula versi lain yang mengaitkan kemunculan sate taichan dengan pelanggan asal Korea Selatan yang memperkenalkan cara penyajian sate ayam tanpa bumbu kepada penjual di kawasan Senayan.

Perbedaan cerita tersebut membuat sejarah awal sate taichan masih menjadi bagian yang menarik untuk ditelusuri. Meski demikian, berbagai sumber sama-sama mengaitkan perkembangan awal sate taichan dengan kawasan Senayan dan pedagang kaki lima. Dari sana, popularitasnya kemudian berkembang ke berbagai daerah di Indonesia dan menjadikannya salah satu variasi sate modern yang mudah dikenali.

Untuk membuat sate taichan sederhana di rumah, bahan yang diperlukan cukup mudah ditemukan. Siapkan sekitar 500 gram daging ayam bagian dada, 2 siung bawang putih, 1 buah jeruk nipis, 1 sendok makan minyak goreng, serta garam dan lada secukupnya.

Untuk sambalnya, siapkan 10–15 cabai rawit, 2 siung bawang putih, sedikit garam, gula secukupnya, dan perasan jeruk nipis. Jumlah cabai dapat disesuaikan dengan tingkat kepedasan yang diinginkan sehingga resep ini bisa dinikmati oleh seluruh anggota keluarga.

Langkah pertama adalah memotong daging ayam menjadi ukuran kecil yang mudah ditusuk. Campurkan ayam dengan bawang putih yang sudah dihaluskan, garam, lada, minyak, dan perasan jeruk nipis.

Aduk hingga bumbu merata, kemudian diamkan sekitar 15–30 menit agar rasa lebih meresap. Setelah itu, tusukkan potongan ayam pada tusuk sate. Jika menggunakan tusuk sate dari bambu, merendamnya terlebih dahulu dalam air dapat membantu mengurangi risiko tusuk sate cepat gosong saat proses pembakaran.

Panaskan pemanggang, teflon, atau alat pembakar lain di dapur, kemudian panggang sate dengan api sedang. Balik sate secara berkala agar seluruh bagian matang merata dan tidak cepat gosong.

Sementara itu, buat sambal dengan menghaluskan cabai rawit dan bawang putih, kemudian tumis sebentar hingga aromanya keluar. Tambahkan garam, sedikit gula, dan perasan jeruk nipis setelah sambal matang. Pastikan daging ayam benar-benar matang sebelum disajikan.

Sate taichan buatan rumah dapat langsung disajikan bersama sambal pedas dan perasan jeruk nipis tambahan untuk memberikan rasa yang lebih segar. Hidangan ini juga dapat ditemani lontong, nasi putih, atau acar sesuai selera. Kesederhanaan bumbu menjadi salah satu daya tarik sate taichan karena cita rasa ayam panggang dan sambal dapat terasa lebih dominan.

Dengan bahan yang mudah diperoleh dan proses memasak yang praktis, sate taichan bisa menjadi pilihan menu rumahan bagi pencinta kuliner pedas sekaligus cara sederhana menikmati salah satu kreasi sate yang berkembang dari kuliner kaki lima Indonesia.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....