Kerupuk Camilan Enak Khas Indonesia
- 02 Mei 2026 15:30 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Kerupuk telah lama menjadi bagian tak terpisahkan dari kebiasaan makan masyarakat Indonesia.
Camilan berbahan dasar tepung dan campuran ikan, udang, atau bahan lainnya ini dikenal luas sebagai pelengkap hidangan seperti nasi goreng, gado-gado, hingga berbagai masakan rumahan. Kehadirannya bahkan dianggap wajib, karena banyak orang merasa “makan tanpa kerupuk terasa kurang lengkap".
Dari sisi sejarah, kerupuk bukan makanan baru. Catatan menunjukkan bahwa kerupuk sudah dikenal sejak abad ke-9 di Pulau Jawa, bahkan disebut dalam prasasti kuno sebagai olahan kulit hewan yang dikeringkan dan digoreng.
Seiring waktu, teknik pembuatannya berkembang dengan memanfaatkan bahan seperti tepung tapioka, ikan, atau udang, sehingga lebih variatif dan mudah diproduksi dalam skala luas.
Awalnya, kerupuk juga diyakini lahir sebagai solusi untuk mengawetkan bahan makanan. Campuran tepung dan protein seperti ikan atau udang dikeringkan agar tahan lama, lalu digoreng saat akan dikonsumsi.
Cara ini membuat kerupuk praktis disimpan dan menjadi makanan yang efisien, terutama dalam kehidupan masyarakat pesisir dan pedesaan.
Dalam perkembangannya, kerupuk tidak hanya berfungsi sebagai camilan, tetapi juga sebagai pelengkap makan yang memberikan sensasi tekstur renyah.
Perpaduan rasa gurih dan kerenyahan kerupuk mampu meningkatkan selera makan, bahkan membantu menyeimbangkan rasa pedas atau berkuah dalam hidangan. Secara budaya, kerupuk juga mencerminkan keberagaman kuliner Nusantara dengan berbagai jenis khas daerah.
Dari sisi gizi, meskipun tergolong makanan ringan, kerupuk tetap memiliki kandungan seperti karbohidrat dan protein (terutama pada kerupuk ikan atau udang) yang dapat menjadi sumber energi tambahan.
Selain itu, beberapa kandungan mineral seperti kalsium dan fosfor juga disebut bermanfaat bagi kesehatan tulang dan gigi, meski konsumsinya tetap perlu dibatasi.
Namun demikian, konsumsi kerupuk juga perlu diperhatikan. Proses pengolahan dengan cara digoreng membuat kerupuk mengandung minyak yang cukup tinggi, sehingga jika dikonsumsi berlebihan dapat berdampak kurang baik bagi kesehatan.
Oleh karena itu, para ahli menyarankan agar kerupuk tetap dinikmati sebagai pelengkap, bukan sebagai makanan utama, sehingga keseimbangan gizi dalam pola makan tetap terjaga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....